Jum'at, 22 / 09 / 2017
Pilkada dan Upaya Kita Menjaga Trend Positif Ekonomi Riau

Selasa, 27 Juni 2017 - 11:57:19 WIB
DATA terbaru yang dilansir Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau cukup melegakan. Di mana perekonomian Riau pada triwulan I 2017, tumbuh sebesar 2,82 persen atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan IV 2016 yang hanya sebesar 2,22 persen. Pertumbuhan ini diprediksi akan terus membaik, bahkan tahun 2017 diprediksi mencapai angka 2,5-3,5 persen atau lebih baik dari tahun 2016 yang hanya sebesar 2,23 persen.

Trend positif pertumbuhan ekonomi Riau ini tentu saja berimbas kepada penurunan jumlah penduduk miskin dan menurunnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Bank Indonesia mencatat TPT di Riau pada Februari 2016 sebesar 5,94 persen, sementara pada Februari 2017 turun menjadi 5,76 persen.

Melihat angka-angka yang dilansir Bank Indonesia ini, tentu menumbuhkan harapan dan semangat baru. Apalagi, ekonomi Riau sempat down dalam dua tahun terakhir akibat menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang selama ini menjadi andalan Provinsi Riau. Termasuk harga komoditas sawit dan karet yang juga fluktuatif. Padahal, dua komoditas ini menjadi mata pencaharian utama mayoritas masyarakat Negeri Lancang Kuning.

Trend positif pertumbuhan ekonomi Riau ini semakin lengkap dengan suksesnya pertemuan atau rapat terbatas (Ratas) antara Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman dan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, baru-baru ini (31/05/2017). Ada beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang segera digesa pembangunannya di Riau sesuai arahan Presiden.

Pertama, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Ditargetkan akhir Juni pembebasan lahan ‎tol tuntas dikerjakan BPN/ATR, sehingga PT Hutama Karya yang ditunjuk sebagai pelaksana segera dapat menyelesaikan pembangunan jalannya.

Kedua, soal Rel Kereta Api Pekanbaru-Dumai‎. Terkait hal ini, Presiden sudah menginstruksikan Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan persoalan yang menghambat proyek strategis nasional itu.

Ketiga, pembangunan kawasan industri di Provinsi Riau, di antaranya di Kuala Enok, Indragiri Hilir dan Tanjung Buton di Siak. Pengembangan kawasan ini tentu saja mempunyai dampak ekonomis tidak saja untuk Riau, tapi Indonesia secara umum.

‎Keempat, soal pemanfaatan garis pantai di pesisir Riau, yang panjangnya dua kali lipat Pulau Jawa atau sekitar 2.076 km. Garis pantai ini sangat potensial menjadi lahan pengembangan atau budi daya perikanan laut yang diharapkan membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat Riau.

Kelima, soal potensi destinasi pariwisata unggulan Riau seperti Gelombang Bono, Ritual Bakar Tongkang, Festival Paju Jalur, Tour de Siak, dan lainnya. Di mana Pemprov Riau meminta agar Pemerintah Pusat dapat membantu pengembangan sektor pariwisata ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ketujuh, perpanjangan Landasan Pacu (Runway) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sepanjang 3.000 meter sebagai upaya mendorong Provinsi Riau sebagai Embarkasi Haji.

Kedelapan, soal Science Techno Park (STP) di Pasir Putih, Kampar yang akan dilanjutkan pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, soal pengembangan potensi sagu di Kepulauan Meranti dan Kelapa di Inhil juga menjadi perhatian Presiden. Bahkan, Presiden mengingatkan para menteri agar ke depan lebih serius mengembangkan komoditi sagu dan kelapa ini.

Trend positif pertumbuhan ekonomi Riau plus percepatan pembangunan PSN sesuai arahan Presiden seolah menjadi kado istimewa bagi seluruh masyarakat Riau. Dan, Lebaran Idul Fitri 1438 H terasa semakin istimewa dengan kabar baik ini.

Lalu pertanyaan selanjutnya, adakah hal atau sesuatu yang akan mengganggu trend positif pertumbuhan ekonomi Riau dan menghambat pembangunan PSN di Bumi Melayu? Hemat penulis, paling tidak ada dua kondisi yang bisa saja menjadi pemicu negatif.

Pertama, kebakaran lahan dan hutan (karlahut) yang setiap tahun seolah menjadi tradisi di Riau terutama di musim panas. Karlahut telah menjadi momok yang menakutkan karena menimbulkan kerugian triliunan rupiah. Banyak sendi-sendi ekonomi yang rusak akibat karlahut ini, di samping kesehatan masyarakat yang sangat terganggu.

Tahun 2016, Pemprov Riau dan seluruh pihak terkait yang bahu-membahu dapat dengan baik mengatasi masalah karlahut, sehingga Riau relatif aman dan terkendali dari serangan kabut asap. Keberhasilan tahun lalu tentu sangat kita harapkan bisa berlanjut pada tahun ini. Menjadi tugas dan kewajiban seluruh masyarakat Riau untuk menjaga provinsi ini terbebas dari kasus karlahut.

Kedua, pemilihan Gubernur Riau atau Pilkada langsung yang dijadwalkan akan digelar pada Juni 2018. Tahapan pesta demokrasi lima tahunan ini tentu sudah dimulai sejak pertengahan 2017 ini.

Jika kita bisa mengemas dan menggelar Pilkada langsung ini dengan kondusif tanpa tindakan yang anarkhis, maka Pilkada akan berbuah dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi masyarakat. Tapi sebaliknya, jika Pilkada ternyata hanya menimbulkan huru-hara. Keributan di mana-mana, maka seluruh masyarakat Riau pasti akan terganggu. Pasti akan mengalami kerugian dalam banyak hal, termasuk dalam soal ekonomi.

Pasti kita semua menginginkan Riau terus bergerak maju, tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Riau juga pasti tidak menginginkan terjadi sesuatu yang dapat merusak masa depan Riau.

Selamat Idul Fitri 1438 H. Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. ***

 
Minggu, 10 September 2017 - 15:02:32 WIB
Selamat Kembali Jamaah Haji Riau
Selasa, 29 Agustus 2017 - 18:08:16 WIB
Semoga JCH Riau Dapat Haji Mabrur
Senin, 07 Agustus 2017 - 14:17:15 WIB
Tahniah Provinsi Riau, Makin Optimis di Usia ke-60
Senin, 31 Juli 2017 - 08:41:56 WIB
Provinsi Riau Berintegritas
Senin, 24 Juli 2017 - 08:32:26 WIB
Berharap Multiplier Effect dari Iven Nasional
Senin, 17 Juli 2017 - 07:48:59 WIB
Tol Jadi, Riau Terkoneksi
Selasa, 27 Juni 2017 - 11:57:19 WIB
Pilkada dan Upaya Kita Menjaga Trend Positif Ekonomi Riau
Senin, 19 Juni 2017 - 16:34:06 WIB
Pariwisata Riau Terus Bertumbuh
Senin, 05 Juni 2017 - 14:17:19 WIB
Integritas
Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:16:42 WIB
Aman dan Nyaman Selama Ramadhan
Index