Sabtu, 26 / Mei / 2018
Mari Jalani Hidup Sesuai Tatanan

Jumat, 08 Desember 2017 - 16:21:30 WIB
KALAULAH semua kita menjalani hidup dan kehidupan di muka bumi ini sesuai dengan tatanan yang ada dan kaidah yang berlaku, alangkah indah dan damainya. Insya Allah, kita akan terhindar dari sejumlah hal yang tidak diinginkan, terutama yang berasal di luar diri dan komunitas kita.

Semisal soal penyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficieny Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome), dipastikan jumlah penderita penyakit itu di Provinsi Riau tidak akan terus bertambah --sebagaimana trend yang terjadi sejak beberapa tahun belakangan ini-- bila yang menjadi rujukan masyarakat dalam hidup dan kehidupan adalah kaidah dan tatanan yang sudah diwarisi turun-temurun. Fenomena kian bertambahnya jumlah penderita penyakit itu hampir dipastikan sebagian besar dikontribusi oleh sikap di antara kita yang mencoba keluar atau menabrak rambu-rambu yang ada.

Padahal, adat dan budaya Melayu, yang menjadi akar-rumpun komunitas masyarakat yang termasuk ke dalam wilayah administratif Pemerintahan Provinsi Riau, bersendikan dengan ajaran agama Islam. Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW sangat menentang segala sesuatu yang bersifat menyimpang, termasuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Islam telah menggariskan sebuah tatanan kehidupan yang baik, yang bila dijalani diniscayakan akan terhindar dari banyak hal yang tidak diingini.

Sebab, bila mengutip pendapat para ahli, potensi terbesar terjadinya penularan penyakit HIV/AIDS adalah perilaku yang menyimpang itu, semisal hubungan seks bebas, hubungan seks sesama jenis, penularan melalui jarum suntik yang sebagian besar dialami oleh para pencandu narkoba-- selain juga potensi penularan lain seperti si anak yang tertular melalui ibunya yang menderita penyakit serupa, dan sebagainya.

Kendati untuk rentang waktu Januari sampai Oktober 2017 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 280 kasus, yang berarti mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya; tapi secara umum kita tetap menaruh keprihatinan yang mendalam terhadap persoalan yang satu ini.

Sebab, secara kumulatif dari tahun 1997-2017 jumlah penderita penyakit itu di Provinsi Riau terdeteksi ada sebanyak 4.414 kasus HIV/AIDS dengan rincian, sebanyak 2.488 kasus HIV dan 1.926 AIDS. Dari angka di atas, sebagian di antaranya ada yang berhasil disembuhkan, selain juga tidak sedikit di antaranya yang meninggal dunia.

Itu merupakan angka-angka yang terdata secara statistik. Padahal, kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, di mana kasus yang ditemukan, yang kemudian dilansir secara resmi oleh pihak-pihak yang berkompeten, jumlahnya bisa lebih besar dari yang tidak terlaporkan. Pasalnya, banyak penderitanya tidak mengetahui sejak dini bahwa mereka telah terinfeksi. Selain itu banyak masyarakat yang  enggan melakukan Tes HIV/AIDS karena alasan malas dan takut terhadap stigma di masyarakat terhadap para penderita HIV/AIDS atau Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Sebagai pelayan dan abdi negara dan abdi masyarakat, para aparat yang tergabung dalam jajaran Pemerintahan Provinsi Riau sudah sejak lama menaruh perhatian yang besar terhadap persoalan yang satu ini, dan telah pula menempuh sejumlah langkah yang diperlukan, baik dalam menangani mereka yang sudah terinfeksi, atau melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir penularan penyakit dimaksud di kalangan penduduk Riau.

Adanya Badan Penanggulangan AIDS/HIV di tingkat provinsi yang diketuai wakil gubernur, demikian juga di tingkat kabupaten/kota yang diketuai wakil bupati/wakil wali kota, membuktikan perhatian pemerintah yang besar agar jangan semakin banyak anggota masyarakat yang terkena penyakit itu, selain juga bagi yang sudah terinfeksi akan dilakukan penanganan yang diperlukan sesuai dengan standar medis.

Tapi semua langkah dan upaya itu dipastikan belumlah cukup. Yang paling menentukan justru kemauan dari si masyarakat itu sendiri. Apakah mereka mau terhindar dari penyakit mematikan yang sejauh ini belum ditemukan obatnya itu, atau malah sebaliknya? Kalau mau terhindar, tidak ada jalan lain kecuali dengan kembali kepada tatanan kehidupan yang sudah ada.

Jadi, bersempena Hari AIDS  se-Dunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, saya mengimbau janganlah sekali-sekali punya keinginan untuk mencoba menyimpang. Kalau suatu ketika terbersit keinginan untuk itu, semisal karena pengaruh pergaulan, ingatlah bahwa kalau sudah tertular HIV/AIDS, yang menanggung akibatnya bukan hanya diri kita, tapi juga seluruh anggota keluarga kita. Baik karena urusan penyakit yang kita tanggung, dan bukan tidak mungkin pula risiko akan tertular.***

 
Jumat, 26 Januari 2018 - 13:46:56 WIB
Keramaian yang Mengundang Haru
Jumat, 12 Januari 2018 - 10:39:15 WIB
Kerja Belum Selesai
Jumat, 29 Desember 2017 - 14:03:53 WIB
Tahun Baru, Harapan Baru
Jumat, 22 Desember 2017 - 10:02:16 WIB
Beratnya Tugas Kaum Ibu di Zaman Now
Jumat, 08 Desember 2017 - 16:21:30 WIB
Mari Jalani Hidup Sesuai Tatanan
Sabtu, 25 November 2017 - 16:19:38 WIB
Besarnya Harapan Padamu, Guruku...
Minggu, 12 November 2017 - 16:56:55 WIB
Merevitalisasi Semangat Kepahlawanan
Jumat, 27 Oktober 2017 - 07:41:24 WIB
Pemuda Riau, Tetaplah Tampil sebagai Pelopor
Minggu, 10 September 2017 - 15:02:32 WIB
Selamat Kembali Jamaah Haji Riau
Selasa, 29 Agustus 2017 - 18:08:16 WIB
Semoga JCH Riau Dapat Haji Mabrur
Senin, 07 Agustus 2017 - 14:17:15 WIB
Tahniah Provinsi Riau, Makin Optimis di Usia ke-60
Senin, 31 Juli 2017 - 08:41:56 WIB
Provinsi Riau Berintegritas
Senin, 24 Juli 2017 - 08:32:26 WIB
Berharap Multiplier Effect dari Iven Nasional
Senin, 17 Juli 2017 - 07:48:59 WIB
Tol Jadi, Riau Terkoneksi
Selasa, 27 Juni 2017 - 11:57:19 WIB
Pilkada dan Upaya Kita Menjaga Trend Positif Ekonomi Riau
Senin, 19 Juni 2017 - 16:34:06 WIB
Pariwisata Riau Terus Bertumbuh
Senin, 05 Juni 2017 - 14:17:19 WIB
Integritas
Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:16:42 WIB
Aman dan Nyaman Selama Ramadhan
Index