Minggu, 17 / Desember / 2017
Besarnya Harapan Padamu, Guruku...

Sabtu, 25 November 2017 - 16:19:38 WIB
HARI ini secara serentak bangsa Indonesia memeringati Hari Guru. Peringatan Hari Guru yang rutin dilakukan setiap tahun itu merupakan salah bentuk penghormatan negara terhadap kalangan yang menyandang profesi yang populer dengan sebutan sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa" itu.

Sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita di Provinsi Riau juga rutin setiap tahun memeringati Hari Guru, yang dilaksanakan mulai dari tingkat provinsi sampai ke kabupaten/kota. Tidak sebatas seremoni atau rutinitas saja yang hendak kita tuju, tapi lebih dari itu.

Dikatakan tidak sebatas seremoni, karena penghargaan dan penghormatan yang ditunjukkan kepada para guru sudah diimplementasikan dalam sejumlah wujud yang kongkret. Anggaran sektor pendidikan di APBD Riau yang jauh di atas 20 persen --sebagaimana diamanatkan GBHN-- sudah sejak lama diterapkan. Kita juga terus memacu pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas di lembaga-lembaga pendidikan, juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi para tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Sejumlah paket kebijakan juga sudah lama kita terapkan, yang dimaksudkan untuk memberi kesejahteraan yang memadai untuk para guru. Dengan tingkat kesejahteraan yang layak, kita beranggapan para guru di daerah ini akan bisa lebih fokus memberikan darma bakti untuk mendidik dan mengajar tunas bangsa, buat menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di daerah ini.

Besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Riau terhadap para guru dalam konteks mikro, dan dunia pendidikan dalam skala makro, sepadan dengan harapan besar yang disandangkan terhadap kalangan pendidik dan pengajar itu. Harapan yang paling menonjol, yaitu bagaimana para guru mampu menyiapkan generasi muda yang berkarakter, selain juga menyiapkan SDM terampil yang dinilai mampu menghadapi --sekaligus menaklukkan-- tantangan zaman.

Sangatlah besar kesadaran kita betapa berat beban guru dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Di tengah godaan zaman yang semakin kuat --antara lain dibawa oleh kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi-- alangkah tidak mudah membentuk karakter anak didik yang mumpumi, yaitu karakter yang berpijak dengan basis agama dan adat istiadat lokal yang sudah diwarisi secara turun-temurun.

Menjadi tidak mudah, antara lain karena sejumlah pengaruh yang datang dari akar budaya luar yang masuk melalui kemajuan iptek itu sangat berpotensi untuk membuat generasi muda "tidak lagi berpijak di bumi"-nya sendiri. Contoh sederhana, betapa tidak gampang saat ini untuk membentuk karakter generasi muda yang hormat pada orangtua. Belum lagi memiliki rasa hormat kepada orang yang lebih tua dari dirinya.

Di sinilah para guru memainkan peran, yaitu bagaimana upaya untuk menjadikan generasi muda --khususnya yang menjadi anak didiknya-- untuk menjadi generasi muda dengan kepribadian yang baik dan karakter yang tangguh. Bukan generasi muda yang sudah tercerabut dari akar budayanya sendiri, yang suka berbuat di luar tatanan yang selama ini dipelihara secara bersama-sama dengan bersusah payah.

Menciptakan SDM Riau yang berkualitas dan kualifaid merupakan tugas lain para guru di daerah ini yang tak kalah ringannya. Tugas ini menjadi semakin berat manakala bertolak dari kesadaran bahwa di tengah tingkat populasi penduduk yang semakin tinggi, sementara di bagian lain potensi sumber daya alam untuk menopang kehidupan itu justru semakin terbatas. Jawabannya terhadap persoalan ini hanya satu: diperlukan SDM yang mumpuni.

Sebab kita berkeyakinan, dengan kualitas SDM yang tinggi akan mampu mengatasi keterbatasan potensi SDA yang dimiliki. Sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura --untuk menyebut beberapa contoh-- telah membuktikan mereka mampu maju dan menjadi negara dengan prekonomian yang kuat bukan karena ditopang oleh potensi SDA yang berlimpah-ruah.

Tugas kami di jajaran pemerintahan adalah menciptakan iklim yang kondusif untuk memajukan dunia pendidikan, menyiapkan regulasi yang diperlukan dan anggaran serta fasilitas yang dibutuhkan. Sementara tugas yang tak kalah ringan adalah di pundak para pendidik itu, terutama bagaimana mereka dengan niat yang tulus dan ikhlas, mengabdi sesuai bidang tugas dan kompetensi yang dimiliki.***

 
Jumat, 08 Desember 2017 - 16:21:30 WIB
Mari Jalani Hidup Sesuai Tatanan
Sabtu, 25 November 2017 - 16:19:38 WIB
Besarnya Harapan Padamu, Guruku...
Minggu, 12 November 2017 - 16:56:55 WIB
Merevitalisasi Semangat Kepahlawanan
Jumat, 27 Oktober 2017 - 07:41:24 WIB
Pemuda Riau, Tetaplah Tampil sebagai Pelopor
Minggu, 10 September 2017 - 15:02:32 WIB
Selamat Kembali Jamaah Haji Riau
Selasa, 29 Agustus 2017 - 18:08:16 WIB
Semoga JCH Riau Dapat Haji Mabrur
Senin, 07 Agustus 2017 - 14:17:15 WIB
Tahniah Provinsi Riau, Makin Optimis di Usia ke-60
Senin, 31 Juli 2017 - 08:41:56 WIB
Provinsi Riau Berintegritas
Senin, 24 Juli 2017 - 08:32:26 WIB
Berharap Multiplier Effect dari Iven Nasional
Senin, 17 Juli 2017 - 07:48:59 WIB
Tol Jadi, Riau Terkoneksi
Selasa, 27 Juni 2017 - 11:57:19 WIB
Pilkada dan Upaya Kita Menjaga Trend Positif Ekonomi Riau
Senin, 19 Juni 2017 - 16:34:06 WIB
Pariwisata Riau Terus Bertumbuh
Senin, 05 Juni 2017 - 14:17:19 WIB
Integritas
Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:16:42 WIB
Aman dan Nyaman Selama Ramadhan
Index