Sabtu, 18 / November / 2017
Pemuda Riau, Tetaplah Tampil sebagai Pelopor

Jumat, 27 Oktober 2017 - 07:41:24 WIB
BESOK, Sabtu 28 Oktober 2017, bangsa ini kembali memeringati suatu hari yang paling bersejarah dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, yaitu Sumpah Pemuda, yang tahun ini merupakan peringatan ke-89 kalinya. Dipastikan tidak sebatas seremonial, karena begitu banyak substansi bernas dan berharga yang bisa dipetik tiap memeringati Hari Sumpah Pemuda.

Menengok ke belakang, kita memang sulit menafikan sejarah tentang begitu penting dan urgennya peran pemuda dalam setiap lintasan sejarah, dimulai dari zaman perjuangan memperebutkan kemerdekaan sampai saat kita menjalani era reformasi sekarang ini. Sebutlah misalnya, pergerakan pemuda Indonesia di tahun 1908, untuk kemudian melahirkan sebuah peristiwa monumental berupa Sumpah Pemuda pada 1928, yang tahun ini kita peringati HUT-nya yang ke-89.

Tidak berhenti sampai di sana, para pemuda Indonesia juga mengambil peran yang cukup strategis saat Indonesia diproklamasikan sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat di tahun 1945. Berlanjut kemudian peran pemuda di tahun 1966 dan 1998; sampai kemudian munculnya gerakan reformasi di mana para pemuda tetap berada di posisi sebagai ujung tombak untuk memperjuangkan dan mengubah tatanan hidup berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik.

Lahirnya UU No. 40/2009 tentang Kepemudaan merupakan jawaban negara tentang begitu pentingnya menghargai keberadaan dan peran pemuda, untuk kemudian dirumuskan pada sejumlah kebijakan untuk diaktualisasikan oleh para pemangku kepentingan di negeri ini. Sebab, substansi dari lahirnya UU itu dimaksudkan agar fungsi dan peran pemuda harus dikembangkan melalui upaya penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.

Upaya penyadaran terhadap para pemuda memang harus terus dilakukan agar mereka tetap mampu memelihara khittah perjuangannya yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Lalu, dalam konteks sebagai anak bangsa yang merdeka dan berdaulat, mereka memiliki tanggung jawab moral yang berat untuk tetap memelihara keutuhan bangsa dengan menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan.

Karena merupakan segmen masyarakat yang memiliki potensi besar, maka harus dilakukan upaya-upaya yang taktis dan strategis agar semua potensi yang dimiliki kalangan pemuda itu memberi manfaat yang besar, baik bagi kepentingan diri pemuda itu sendiri maupun untuk tujuan dengan perspektif yang lebih luas.

Bertolak dari upaya memberdayakan semua potensi yang dimiliki kalangan pemuda, upaya selanjutnya adalah melakukan langkah-langkah pengembangan. Imbas yang diharapkan dari upaya ini antara lain adalah agar kalangan pemuda di negeri ini tetap berada di garda terdepan atau sebagai ujung tombak dari setiap episode perjalanan sejarah Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Pemerintah telah melakukan langkah-langkah kongkret untuk mengaktualisasikan peran pemuda, yaitu melalui lembaga pendidikan --baik formal maupun non-formal-- dengan berbagai jenjang dan tingkatannya. Faktanya memang terbukti, out-put pemuda lepasan lembaga pendidikan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan pemuda yang tidak sempat mengecap jenjang pendidikan.

Selain dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan, pemerintah juga menyediakan sejumlah fasilitas lain --seperti beasiswa bagi anak-anak berprestasi-- agar sebanyak mungkin pemuda sempat mengecap bangku pendidikan, yang diharapkan sebagai bekal mereka untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Dalam cakupan mikro untuk konteks Riau, Pemerintah Provinsi Riau sudah memiliki badan otonom atau organisasi perangkat daerah (OPD) tersendiri, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang khusus ditugaskan mengurusi persoalan kepemudaan dan keolahragaan di daerah ini.

Kita mengapresiasi upaya dan langkah-langkah yang dilakukan Dispora Riau untuk meneguhkan dan makin memperkokoh peran pemuda, termasuk upaya pengembangan kegiatan keolahragaan di daerah ini. Dalam bidang olahraga, satu misal, kita melihat upaya yang sungguh-sungguh untuk memperhatikan anak-anak berprestasi di semua cabang olahraga. Apa yang dikeluhkan seperti praktek pembiaraan terhadap anak-anak berprestasi seperti yang mungkin terjadi sebelumnya, sudah dieliminir sedemikian rupa.

Adanya MoU (memorandum of understanding) antara Polri dan Pemprov Riau juga merupakan jawaban Pemprov Riau untuk memberi ruang gerak yang luas dan bagi pemuda Riau untuk berkiprah di bidang yang diminatinya. Intinya MoU itu adalah memberi peluang bagi para pemuda Riau yang berprestasi di sejumlah cabang olahraga untuk mengabdi sebagai anggota kepolisian-- tentu saja dengan tidak mengabaikan persyaratan formal yang memang sudah bersifat baku.

Saya berkali-kali mengingatkan jajaran terkait di lingkup Pemprov Riau agar MoU itu tidak sebatas perjanjian di atas kertas, tapi mesti diaktualisasikan. Saya mendapat kabar, jajaran Dispora Riau telah menemui pihak terkait di Mapolda Riau untuk merumuskan langkah-langkah kongkret guna mengaktualisasikan MoU dimaksud.

Sejarah bangsa ini-- termasuk sejarah Riau sebagai bagian yang integral dari NKRI-- baik masa lalu, kini, dan masa datang, memang tidak akan pernah terlepaskan dari peran pemuda. Bahkan, dalam banyak kasus pemuda berada di garda terdepan atau sebagai ujung tombak untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Makanya, menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun ini, saya memesankan kepada segenap pemuda Riau untuk tetap berada di barisan terdepan buat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Jadilah pemuda yang terus menempatkan kebenaran sebagai titik perjuangan yang harus dicapai, bagaimana pun beratnya.

Salah satu modal dasar untuk itu adalah dengan menjadi pemuda yang tangguh, mandiri, cerdas, profesional, dan tanggap dengan dinamika yang terjadi di sekitarnya; selain juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan segala situasi yang ada.

Sejalan dengan itu, saya juga memesankan kepada pemuda Riau untuk menjadi pemuda yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat, yang akan membentengi para pemuda dari perbuatan yang dilarang agama. Jadi pemuda yang rendah hati, sayang kepada yang lebih muda, dan hormat kepada yang lebih tua.

Yang tidak kalah pentingnya, pemuda harus memiliki prinsip dan sikap hidup yang benar, yang tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang kurang baik. Setiap ajakan untuk melakukan sesuatu mesti dilakukan filter yang ketat sebelum mengambil keputusan.

Untuk para Pemuda Riau, Selamat HUT Sumpah Pemuda ke-89.***

 
Minggu, 12 November 2017 - 16:56:55 WIB
Merevitalisasi Semangat Kepahlawanan
Jumat, 27 Oktober 2017 - 07:41:24 WIB
Pemuda Riau, Tetaplah Tampil sebagai Pelopor
Minggu, 10 September 2017 - 15:02:32 WIB
Selamat Kembali Jamaah Haji Riau
Selasa, 29 Agustus 2017 - 18:08:16 WIB
Semoga JCH Riau Dapat Haji Mabrur
Senin, 07 Agustus 2017 - 14:17:15 WIB
Tahniah Provinsi Riau, Makin Optimis di Usia ke-60
Senin, 31 Juli 2017 - 08:41:56 WIB
Provinsi Riau Berintegritas
Senin, 24 Juli 2017 - 08:32:26 WIB
Berharap Multiplier Effect dari Iven Nasional
Senin, 17 Juli 2017 - 07:48:59 WIB
Tol Jadi, Riau Terkoneksi
Selasa, 27 Juni 2017 - 11:57:19 WIB
Pilkada dan Upaya Kita Menjaga Trend Positif Ekonomi Riau
Senin, 19 Juni 2017 - 16:34:06 WIB
Pariwisata Riau Terus Bertumbuh
Senin, 05 Juni 2017 - 14:17:19 WIB
Integritas
Sabtu, 27 Mei 2017 - 11:16:42 WIB
Aman dan Nyaman Selama Ramadhan
Index