Selasa, 29 Mei 2012 - 17:11:52 WIB
Suayatno Buka Penyuluhan Narkoba di Bukit Batu
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Riau - Dibaca: 183 kali


BUKITBATU,RIAUSATU.com-Penyalahgunaan Narkotik dan Obat-obatan terlarang (Narkotika) sangat berpotensi merusak Akhlak dan menimbulkan dekadensi moral kususnya di kalangan generasi muda.

Untuk itu semua pihak diharapkan bisa menyatukan tekad untuk mencegah bahaya narkoba, apalagi jika dilihat dari angka kasus Narkoba dikabupaten Bengkalis ternyata Negeri Junjungan selalu menjadi sasaran empuk tujuan peredaran Narkoba dan kondisi ini harus di antisipasi oleh seluruh stake holder.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bengkalis  Suayatno ketika membuka secara resmi ccara penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan minuman keras serta narkoba di kecamatan Bukit Batu Selasa (29/5) pagi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Bujang Kelana Sungai Pakning, yang dihadiri oleh perwakilan Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Bengkalis beserta sejumlah staff , Camat Bukit Batu Andris Wasono, Kapolsek Bukit Batu Kompol Edward, Danramil Bukit Batu Kapten Afrizal, Sejumlah kepala UPTD, narasumber dan puluhan peserta penyuluhan dari desa-desa dan sekolah-sekolah

“Peredaran narkoba saat ini terus menghantui dan mengincar generasi muda dari berbagai sisi. Mereka yang diincar pengedar tidak hanya berada di kota, namun juga sudah merambah ke seluruh pelosok desa,”jelas Suayatno saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Penyalahgunaan Narkoba kata Wabup mempunyai dampak negatif bagi semua orang, terutama kalangangenerasi muda. Narkoba dan sejenisnya dapat merusak jaringan otak dan daya fikirr serta berpotensi pula menimbulkan niat jahat bagi para penggunanya, apalagi yang sudah ketergantungan. Yang lebih tragis lagi banyak kalangan dari usia muda yang meninggal dunia karena mengkonsumsi narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba juga bisa menyebabkan hepatitis B dan Hepatitis C virus HIV/AIDS. Biasanya si penderita terjangkit melalui pemakaian jarum suntik secara bergantian serta hubungan sexual. Dari data komisi penanggulangan HIV/AIDS kabupaten Bengkalis pada tahun 2011 jumlah penderita HIV mencapai 100 orang, sedangkan yang menderita AIDS sebanyak 25 orang, dan yang meninggal akibat AIDS sebanyak 16 orang, ini sangat memprihatinkan,”kata Suayatno mencontohkan.

Untuk itu Wabup yang juga ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) mengharapkan peran guru dan orang tua untuk mengantisipasinya. Karena peran keduanya dinilai sangat besar dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus ke lembah gelap narkoba,

“Kita juga dituntut untuk membudayakan hidup sehat melalui kegiatan-kegiatan positif seperti olaharaga dan pendekatan agama. Kepada guru dan orang tua saya menekankan agar lebih memperhatikan perilaku dan pergaulan anak-anaknya,”tambah Suayatno mengingatkan. (df)



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)