YOGYAKARTA, RIAUSATU.COM-Rencana DPR merevisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) menuai polemik dari berbagai kalangan. Salah satu hal yang disorot yakni rencana mele"> YOGYAKARTA, RIAUSATU.COM-Rencana DPR merevisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU L" />
Selasa, 17 / Juli / 2018
Motor Sah Jadi Angkutan Umum?

| OTOMOTIF
Kamis, 12 April 2018 - 11:25:37 WIB
YOGYAKARTA, RIAUSATU.COM-Rencana DPR merevisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) menuai polemik dari berbagai kalangan. Salah satu hal yang disorot yakni rencana melegalkan sepeda motor sebagai angkutan umum.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Lilik Wachid Budi Susilo berpandangan bahwa sepeda motor tidak bisa difungsikan sebagai angkutan umum. Berdasarkan kajiannya, ada dua faktor. 

''Sebetulnya sepeda motor tidak bisa digunakan sebagai angkutan umum karena dua hal penting yaitu yang pertama sepeda motor adalah alat transportasi yang rentan kecelakaan dan jika terjadi kecelakaan akibatnya fatal karena tidak ada pelindungnya,'' kata Lilik dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Pustral UGM dan Ditlantas Polda DI Yogyakarta, Rabu (11/4/2018).

Lilik memaparkan dalam ilmu transportasi, ada dua faktor keselamatan yaitu active safety dan pasif safety. Active safety semua kendaraan punya yaitu rem. Active safety digunakan untuk menghindari kecelakaan. 

Sedangkan pasif safety tidak semua kendaraan memilikinya. Lilik mencontohkan pasif safety yang terdapat pada mobil, yaitu airbag dan sabuk pengaman sehingga jika ada kecelakaan pada pengendara tidak berakibat fatal. Berbeda dengan motor jika terjadi kecelakaan akan berakibat secara frontal.

''Oleh karena itu sepeda motor ditinjau dari sisi safety tidak layak dijadikan angkutan umum,'' tandasnya, sebagaimana dilansir detikoto. 

Yang kedua, lanjutnya, tentang bisnis angkutan umum. Lilik menyebut dalam bisnis angkutan umum, publik tidak bisa mengatakan bahwa orang yang menggunakan sepeda motor bisa survive hidupnya. 

''Orang yang menggunakan sepeda motor untuk usaha, pasti ada skala ekonomi tertentu jadi harus disosialisasikan kepada driver ojek online bahwa sebenarnya yang untung secara finansial adalah aplikasi dan perusahaannya. Sedangkan para driver harus menanggung risiko finansial dan keselamatan,'' jelasnya. 

Terpisah, Dosen Fakultas Teknik dan Lingkungan UGM, Sigit Priyanto mengatakan jika revisi UU LLAJ dilakukan, dikhawatirkan akan muncul permasalahan baru. Terutama menyangkut wacana melegalkan sepeda motor sebagai angkutan umum. 

''Sepeda motor tidak diperuntukkan untuk penumpang, kurang safety. Pengendara sepeda motor juga cenderung melanggar aturan lalu lintas,'' ujarnya. 

Selain itu, dengan kondisi saat ini yang semakin marak transportasi online sepeda motor, berpotensi menambah kesemrawutan lalu lintas. ''Tidak menutup kemungkinan angka kecelakaan lalu lintas bisa meningkat. Jalan juga semrawut karena ojek online tak jarang berhenti di sembarang tempat,'' imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Organda DIY Agus Andrianto juga menyatakan sikap penolakan terhadap revisi UU LLAJ. ''Sepeda motor tidak pernah direkomendasikan menjadi angkutan umum karena risiko kecelakaan pada sepeda motor adalah paling tinggi daripada alat transportasi lain. Oleh karena itu, saya tidak setuju karena sangat membahayakan pengendara dan penumpang,'' sebutnya. 

Sebelumnya Ditlantas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) juga mengelar seminar tentang angkutan online. Pada kesempatan itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono menuturkan bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tak perlu direvisi hanya karena permasalahan transportasi online.

Menurut Umar, regulasi yang ada pada trasnportasi online dapat mengakomodir permasalahan angkutan online. Sehingga, tidak perlu melakukan revisi undang-undang.

''Dengan regulasi yang ada, maka terkait masalah transportasi online sudah di akomodir dalam menerapkan dan mengatasi permasalahan transportasi online di Sulsel sehingga tak perlu dilakukan perubahan undang-undang,'' kata Umar saat hadir di seminar tentang transportasi angkutan umum online di Sheraton Hotel Makassar, Jalan Landak, Kamis (29/3/2018) lalu.

Berbeda dengan motor, untuk roda 4 sudah memiliki aturan sendiri. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek yang baru-baru ini direvisi.

Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengungkapkan bahwa kendaraan roda dua tidak termasuk ke dalam angkutan umum, sehingga belum ada aturan khusus yang mengikat. Meski belum ada payung hukumnya, keberadaan ojek online pun tidak diberantas atau dibatasi. Soalnya ojek online masih dibutuhkan masyarakat. Bagaimana menurut Otolovers, apa sudah saatnya melegalkan motor menjadi angkutan umum? (dri)

DIBACA : 144 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved