Senin, 27 / Mei / 2019
SKK Migas Bikin Lembaga Riset untuk Cari Cadangan Minyak

| EKONOMI
Kamis, 02 Mei 2019 - 13:51:12 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan lembaga insititusi yang bergerak untuk mendukung industri oil dan gas di Indonesia, Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI).

Nantinya, IOGI akan bergerak sebagai lembaga resmi dari SKK Migas dalam menerbitkan data-data terbaru yang mendukung kinerja industri migas. Selain itu juga sebagai perencanaan dan strategi jangka panjang untuk cadangan hidrokarbon, lifting, serta optimasi biaya operasi.

''Kita berharap bahwa IOGI ini bisa menjadi center of excellence and knowledge untuk Indonesia upstream oil and gas,'' kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Launching IOGI, Selasa (30/4/2019), sebagaimana dilansir detikfinance.

Salah satu produk atau temuan terbarunya adalah tentang pembaruan data pertama kali semenjak 36 tahun terkait industri migas.

''Setelah lebih dari 36 tahun kita untuk pertama kalinya kita mengeluarkan update dari total discover seluruh lapangan migas Indonesia,'' paparnya.

Pada tahun 1979 GES Nayoan dan Atik Sunari menemukan potensi baru migas Indonesia sebesar 50 BBOE (Billion Barrel Equivalent). Kemudian pada tahun 1985 diperbarui lagi sebesar 83 BBOE dari 60 cekungan barel di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki total discover lapangan migas sebesar 113 BBOE dari 19 cekungan, dan lebih dari 818 lapangan, serta 126 proven plays.

Nantinya, IOGI diharapkan dapaf berkontribusi secara konkrit bukan hanya melalui analisa yet to find, tetapi juga melalui Yearly Indonesia Upstream Oil and Gas Outlook, publikasi berkala setiap semester, focus group discussion, dan benchmarking tools yang dapat diberikan kepada investor-investor atau pemangku kepentingan di industri migas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan lembaga insititusi yang bergerak untuk mendukung industri oil dan gas di Indonesia, Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI).

Nantinya, IOGI akan bergerak sebagai lembaga resmi dari SKK Migas dalam menerbitkan data-data terbaru yang mendukung kinerja industri migas. Selain itu juga sebagai perencanaan dan strategi jangka panjang untuk cadangan hidrokarbon, lifting, serta optimasi biaya operasi.

''Kita berharap bahwa IOGI ini bisa menjadi center of excellence and knowledge untuk Indonesia upstream oil and gas,'' kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Launching IOGI, Selasa (30/4/2019).

Salah satu produk atau temuan terbarunya adalah tentang pembaruan data pertama kali semenjak 36 tahun terkait industri migas.

''Setelah lebih dari 36 tahun kita untuk pertama kalinya kita mengeluarkan update dari total discover seluruh lapangan migas Indonesia,'' paparnya.

Pada tahun 1979 GES Nayoan dan Atik Sunari menemukan potensi baru migas Indonesia sebesar 50 BBOE (Billion Barrel Equivalent). Kemudian pada tahun 1985 diperbarui lagi sebesar 83 BBOE dari 60 cekungan barel di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki total discover lapangan migas sebesar 113 BBOE dari 19 cekungan, dan lebih dari 818 lapangan, serta 126 proven plays.

Nantinya, IOGI diharapkan dapat berkontribusi secara konkrit bukan hanya melalui analisa yet to find, tetapi juga melalui Yearly Indonesia Upstream Oil and Gas Outlook, publikasi berkala setiap semester, focus group discussion, dan benchmarking tools yang dapat diberikan kepada investor-investor atau pemangku kepentingan di industri migas. (dri)

DIBACA : 48 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Senin, 06 Agustus 2018 - 10:50:51 WIB
Advertorial
Suplay Air Macet, Ini Penjelasan Direktur PDAM Tirta Indragiri ke Bupati Wardan
Senin, 06 Agustus 2018 - 11:07:55 WIB
2 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Khusus Jantung di Mekah
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:45:19 WIB
Sidik Jari Bermasalah, Calhaj Tertunda Keberangkatannya ke Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 06:21:14 WIB
Gempa Lombok, Tsunami Kecil Terjadi di Pantai
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:47:46 WIB
Untuk Satu Hal Ini, Bernardeschi Ingin seperti Ronaldo
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:48:20 WIB
Diberitakan Bersedia Jadi Cawapres, Ini Kata UAS
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:27:47 WIB
Geliat #SomadEffect Jelang Pilpres 2019
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:37:54 WIB
Mahrez Siap Tampil, De Bruyne dan Sterling Absen
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:50:46 WIB
Turnamen Catur Tiongkok Resmi Dibuka
Senin, 06 Agustus 2018 - 13:58:53 WIB
Inilah Kronologi dan Penyebab Gempa 7 SR
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved