Sabtu, 23 / Maret / 2019
Mereka yang Paling Terpukul Akibat Kejatuhan Harga CPO

| EKONOMI
Kamis, 29 November 2018 - 12:25:23 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sedang jatuh di pasar internasional. Berdasarkan data di Bursa Derivatif Malaysia, harga CPO anjlok 3,52% ke MYR 1.972/ton pada penutupan perdagangan Senin (26/11/2018).

Penurunan harian sebesar itu merupakan yang pertama sejak pertengahan Februari tahun lalu. Kondisi penuh ketidakpastian di pasar internasional itu tak ayal berdampak ke Tanah Air.

Petani kelapa sawit di perkebunan rakyat, khususnya petani swadaya yang tidak bermitra dengan perusahaan manapun, menjadi pihak yang paling terpukul. Sebab, harga beli tandan buah segar (TBS) hasil produksi kebun mereka hancur lebur akibat tak ada pembeli.

Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengungkapkan, harga riil pembelian TBS di tingkat petani saat ini di kisaran Rp 1.100/kg untuk petani plasma (yang bermitra dengan perusahaan) dan Rp 600/kg untuk petani swadaya.

''Itu harga di lapangan saat ini antara lain di Sumatera Utara, Jambi, dan Kalimantan Timur,'' kata Darto usai Rembug Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia di Jakarta, Rabu (28/11/2018). Harga itu tentu jauh dari harga acuan TBS yang ditetapkan pemerintah daerah setiap provinsi di kisaran Rp 1.200-1.400/kg.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang pun mengakui hal itu. Bahkan dari laporan petani, ada TBS yang bahkan dibeli dengan harga Rp 500/kg.

''Jadi kita minta konsistensi, dengan ketiadaan pungutan [ekspor], supaya industri bisa menjamin membeli TBS rakyat seharga yang ditetapkan gubernur di masing-masing provinsi,'' ujar Bambang, dilansir CNBC Indonesia.

Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk sementara waktu me-nol-kan pungutan ekspor CPO yang sebelumnya US$ 50/ton serta produk turunan. Langkah itu diharapkan dapat menstimulus ekspor supaya kembali bergairah dan mengembalikan oversuplai ke kondisi normal. Dengan demikian, TBS petani kembali terserap.

Bambang pun menjamin akan ada sanksi administratif dari masing-masing pemerintah daerah bagi industri yang menolak membeli TBS sesuai harga acuan provinsi.
Mereka yang Paling Terpukul Akibat Kejatuhan Harga CPOFoto: Infografis/Negara Tujuan utama ekspor minyak sawit RI Periode Januari - Agustus 2018/Aristya Rahadian Krisabella

Isu kedua yang menjadi concern petani swadaya saat ini adalah legalitas lahan. Darto menyebutkan, ada 4 juta hektare yang tidak bersertifikat dari total sekitar 5,5 juta hektare atau 70% dari seluruh lahan perkebunan rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

''Tidak hanya satu petani, tapi hampir semua petani swadaya tidak punya sertifikat lahan. Kendalanya adalah biaya yang mahal untuk mengurusnya, sekitar Rp 3,5 juta per hektare. Bagi petani, ngapain mereka urus sertifikat lahan? Lebih bagus mereka beli pupuk,''  ujar Darto.

Padahal, legalitas lahan dalam bentuk sertifikat hak milik (SHM) menjadi syarat mutlak bagi petani untuk memperoleh sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). Dengan memiliki sertifikasi ISPO, TBS milik petani swadaya lebih terjamin untuk dibeli PKS dan diolah menjadi CPO.

Patut diketahui, sertifikasi produk sawit yang diolah secara berkelanjutan menjadi syarat agar produk CPO RI dapat diterima di pasar ekspor, khususnya Uni Eropa. Darto berharap, dengan harga komoditas yang sedang anjlok saat ini, Presiden Jokowi dapat turun tangan.

Caranya adalah dengan mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk membagikan sertifikat lahan bagi petani sawit swadaya secara cuma-cuma. (dri)



DIBACA : 254 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved