Kamis, 15 / November / 2018
Jadi Produsen Terbesar di Dunia, Nasib Petani Sawit Indonesia Belum Sejahtera

| EKONOMI
Jumat, 28 September 2018 - 13:12:51 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Meski menjadi negara terbesar dalam produksi CPO di dunia, nasib petani sawit Indonesia masih belum sejahtera. Permasalahan ini mengemuka dalam Executive Brief (EB) Wakil Ketua DPD RI yang dipimpin oleh Prof Darmayanti Lubis, Selasa (25/9) kemarin.

''Permasalahan kelapa sawit memang ada dari mulai hulu hingga hilir, dan pada ujungnya nasib petani sawitlah yang mengkhawatirkan,'' ujar Darmayanti, sebagaimana dilansir merdeka.com.

EB yang berlangsung di ruang rapat Pimpinan DPD RI, Gedung Nusantara V lantai 8, dihadiri Wakil Ketua Komite III DPD RI, Anggota DPD RI, Ditjen. Perkebunan Kementerian Pertanian, perwakilan PTPN VII, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), peneliti IPB, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Indonesia Planters Society (IPS).

Darmayanti Lubis melihat kompleksitas permasalahan petani sawit Indonesia, mulai dari rendahnya produktivitas sawit, harga kelapa sawit yang fluktuatif dan cenderung turun, kurangnya pabrik pengolahan sawit milik BUMN, regulasi yang belum memihak sepenuhnya kepada petani sawit. Oleh karena itu EB hari ini bertujuan untuk memperoleh berbagai informasi terkini dalam memetakan permasalahan kelapa sawit, khususnya petani sawit plasma, guna menjadi bahan dalam perumusan pertimbangan dan keputusan DPD RI dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan penyempurnaan legislasi.

Soal harga sawit yang rendah, menurut perwakilan PTPN VII, karena selama ini belum ada acuan tentang harga sawit. Selama ini harga mengikuti pasar yang ditenderkan dan wajar jika swasta memilih harga yang rendah. Harus ada barometer harga sawit satu pintu melalui indeks harga CPO. Pemerintah juga harus berupaya melakukan by pass penjualan sawit oleh petani tanpa melewati trader (pengumpul), sehingga petani dapat menikmati harga yang
lebih tinggi. Secara khusus, PTPN VII mengharapkan adanya regulasi yang mempermudah petani untuk memperoleh pendanaan, khususnya dalam hal pengolahan lahan. Selama ini 60 persen biaya operasional petani plasma adalah untuk membeli pupuk.

Sementara itu, BPDPKS mengklaim bahwa tidak ada masalah dalam dana pengolahan perkebunan kelapa sawit, apalagi dana BPDPKS yang terkumpul sebanyak Rp 14 triliun.

''Isunya bukan tentang kecukupan dana, sebenarnya oportunity dan potensi pendanaan sudah ada, tinggal persoalannya dalam implementasi kepada petani kelapa sawit. selama ini kami terkendala dengan persoalan verifikasi dan identifikasi petani, akibatnya percepatan alokasi pendanaan sering lamban,'' terang Dono Boestami, Direktur Utama BPDPKS.

Wakil Ketua DPD RI, Darmayanti Lubis secara khusus menyoroti peremajaan lahan sawit atau replanting yang sering menjadi kendala bagi petani sawit. ''Replanting juga mengalami kendala sendiri, karena lahan perkebunan milik rakyat, sebagian besar sertifikatnya sudah digadaikan kepada pihak ketiga sehingga tidak ada lagi yang dapat dijadikan agunan untuk mendapatkan modal untuk peremajaan,'' kata Darmayanti.

Sementara itu BPDPKS yang didirikan untuk mendukung program pengembangan kelapa sawit berkelanjutan, oleh petani dirasakan belum berlaku adil karena lebih condong untuk membantu pengusaha kelapa sawit berskala besar daripada membantu peremajaan kelapa sawit milik rakyat dan pengembangan infrastruktur.

Sebenarnya potensi sawit sungguh luar biasa. ''Kelapa sawit tidak saja menghasilkan minyak nabati, tapi juga dapat menjadi bahan bioenergi, bofuel, biomaterial, dan bahan unggulan dunia. Potensi kelapa sawit sungguh luar biasa, tinggal apakah kita mau atau tidak untuk memanfaatkannya,'' kata Dr Erliza Hambali, dari Surfactant and Bioenergy Research Center IPB Bogor.

Penelitian tentang pengembangan berbagai inovasi kelapa sawit selama ini telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah CPO, PKO dan biomassa sawit. Menurut Erliza, hasil riset sebaiknya dapat disosialisasikan dan diimplementasikan kepada keluarga petani sawit, kelompok petani, koperasi petani sawit, dalam bentuk pilot project di antaranya pengolahan pupuk kompos slow release dari tandan kosong kelapa sawit, formulasi pestisida berbasis surfaktan, dan lain sebagainya.

Peserta EB mengamati bahwa industri kelapa sawit masih belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Padahal sebagai produsen CPO terbesar dunia, harusnya kelapa sawit dan para petaninya, memiliki masa depan cerah. Memang dibutuhkan goodwill, dukungan dan keberpihakan konkret dari pemerintah, agar peran petani sawit rakyat berjaya. (dri)


DIBACA : 158 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved