Kamis, 20 / 09 / 2018
Harga Minyak Anjlok Dipicu Kekhawatiran Risiko Krisis Negara Berkembang

| EKONOMI
Jumat, 14 September 2018 - 11:02:25 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Harga minyak turun lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Brent terpuruk dari tertinggi empat bulan karena investor fokus terhadap risiko bahwa krisis negara-negara berkembang dan sengketa perdagangan bisa menekan permintaan sekalipun pasokan mengetat.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa meskipun pasar minyak sedang mengetat pada saat ini dan permintaan minyak dunia akan mencapai 100 juta barel per hari (bph) dalam tiga bulan ke depan, namun risiko-risiko ekonomi global sedang meningkat.

''Ketika kita memasuki tahun 2019, risiko yang mungkin untuk perkiraan kami terletak di beberapa negara berkembang utama, sebagian karena depresiasi mata uang terhadap Dolar AS, meningkatkan biaya energi yang diimpor,'' kata lembaga itu, sebagaimana dilansir merdeka.com.

''Selain itu, ada risiko terhadap pertumbuhan dari eskalasi perselisihan perdagangan,'' kata agen yang bermarkas di Paris itu.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November anjlok USD 1,56 atau 2 persen menjadi menetap di USD 78,18 per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global pada Rabu (13/9) mencapai USD 80,13 level tertinggi sejak 22 Mei.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD 1,78 atau 2,5 persen menjadi ditutup padai USD 68,59 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kedua patokan harga minyak menandai persentase penurunan satu hari terbesar mereka dalam hampir satu bulan.

Pasar jatuh di awal sesi karena investor fokus pada elemen "bearish" dari laporan IEA, kata Bob Yawger, direktur berjangka energi di Mizuho di New York.

Harga tergelincir lagi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah tweet bahwa Amerika Serikat tidak dalam tekanan untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan China. Perusahaan-perusahaan AS di China dirugikan dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing, menurut survei, yang mendorong lobi-lobi bisnis AS mendesak pemerintah Trump untuk mempertimbangkan kembali pendekatannya.

Gedung Putih telah mengundang para pejabat China untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan, ketika AS bersiap meningkatkan perang perdagangan dengan China dengan tarif pada barang-barang China senilai USD 200 miliar.

Menteri Energi AS, Rick Perry memuji anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia untuk pekerjaan mereka dalam mencegah lonjakan harga minyak selama kunjungannya ke Moskow.

Harga minyak naik pada minggu ini, didukung sesi-sesi sebelumnya oleh penarikan lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS, pelemahan dolar AS dan laporan penurunan dalam produksi AS, Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan. (dri)


DIBACA : 56 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved