Jum'at, 16 / November / 2018
Harga Minyak Bervariasi Dipicu Kekhawatiran Persediaan AS

| EKONOMI
Rabu, 12 September 2018 - 10:16:44 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Harga minyak begerak bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah data yang menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat kemungkinan meningkat dan membebani pasar.

Pedagang-pedagang mengatakan, data mingguan dari Bloomberg menunjukkan persediaan minyak AS meningkat, bertentangan dengan laporan sebelumnya dari penyedia informasi energi Genscape, yang memperkirakan persediaan menurun. Data tersebut meredam sentimen 'bullish' yang telah mendorong perdagangan di awal sesi.

''Ini adalah khusus Senin (10/9) pagi bahwa angka Bloomberg atau Genscape dapat mematikan reli,'' kata direktur berjangka di Mizuho, Bob Yawger di New York, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD 0,21 menjadi menetap di USD 67,54 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik USD 0,54 menjadi ditutup pada USD 77,37 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh tertinggi sesi USD 77,92 per barel.

Pada awal sesi, minyak mentah telah menguat karena pertumbuhan pengeboran minyak AS direm dan investor mengantisipasi pasokan yang lebih rendah setelah sanksi-sanksi baru AS terhadap ekspor minyak mentah Iran dimulai pada November.

''
Jumlah rig yang rendah mengatur panggung bagi kita untuk bergerak lebih tinggi,'' kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Pertumbuhan jumlah rig pengeboran untuk minyak di Amerika Serikat telah terhenti sejak Mei, mencerminkan peningkatan dalam produktivitas sumur tetapi juga hambatan dan kendala infrastruktur.

''Skenario harga minyak yang lebih tinggi dibangun pada ekspor yang lebih rendah dari Iran karena sanksi AS, terbatasnya pertumbuhan produksi serpih AS, ketidakstabilan dalam produksi di negara-negara seperti Libya dan Venezuela serta tidak ada dampak negatif material dari perang perdagangan AS-China terhadap permintaan minyak dalam 6-9 bulan ke depan,'' kata Harry Tchilinguirian, ahli strategi minyak di bank Prancis, BNP Paribas.

''Kami memperkirakan perdagangan Brent di atas USD 80 dalam skenario (itu),'' katanya kepada Reuters Global Oil Forum.

Di luar Amerika Serikat, ekspor minyak mentah Iran menurun menjelang tenggat waktu November untuk pelaksanaan sanksi baru AS. Meskipun banyak importir minyak Iran mengatakan mereka menentang sanksi-sanksi, beberapa tampaknya siap untuk mematuhi Washington.

Selain itu, para investor prihatin tentang dampak pada permintaan minyak dari sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan ekonomi besar lainnya, serta pelemahan di negara-negara berkembang.

Meskipun demikian, konsultan mengatakan kemungkinan harga minyak yang jauh lebih lemah cukup rendah karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mungkin akan menyesuaikan produksi untuk menstabilkan harga. (dri)

DIBACA : 161 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved