Selasa, 14 / 08 / 2018
Selasa, 14 Agustus 2018 - 10:13 WIB
Sebelum Jatuh Ke Pertamina, Blok Rokan Diragukan Bisa Diambil RI
Selasa, 14 Agustus 2018 - 10:10 WIB
Titik Api Terus Bermunculan di Riau
Pertamina Diyakini Mampu Kelola Blok Rokan dengan Teknologi Ini

| EKONOMI
Senin, 06 Agustus 2018 - 11:05:49 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Pakar geologi, Rovicky Dwi Hariputro menilai bahwa Pertamina tidak memiliki kendala untuk menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Sebab, BUMN tersebut terbukti berhasil mengaplikasikan teknologi itu di beberapa lapangan minyak yang dikelola.

''Secara teknologi Pertamina mampu. Sama sekali tidak masalah,'' kata Rovicky di Jakarta, Minggu (5/8), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Menurut Rovicky, pengalaman Pertamina selama ini dalam menerapkan teknologi EOR, bisa diaplikasikan di Blok Rokan, meski harus menyesuaikan dengan karakteristik yang ada. ''Jadi dari sisi knowledge, ya. Yang penting, Pertamina harus memperhitungkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, baik secara geologi maupun jenis minyak,'' lanjutnya.

Hal lain yang menjadikan teknologi bukan hambatan, karena seluruh peralatan dan teknologi sudah terpasang dan sudah terinstal di lapangan di sana. Dengan demikian, Pertamina tinggal menjalankan saja teknologi itu.

''Jadi teknologinya memang tidak masalah. Karena yang penting, kemampuan manajerial Pertamina dalam menerapkan teknologi itu. Terutama, apakah teknologi tersebut bisa diaplikasikan terhadap sistem administrasi atau sistem pengambilan keputusan di Pertamina,'' lanjutnya.

Teknologi EOR sendiri memang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan produksi di Blok Rokan. Terutama untuk lapangan besar yaitu Minas dan Duri. Melalui teknologi EOR, lanjut dia, jumlah minyak yang bisa terambil bisa ditingkatkan.

Rovicky menjelaskan, bahwa di Blok Rokan terdapat dua metode yang dipergunakan melalui teknologi EOR. Yaitu metode waterflooding dan steamflooding. Waterflooding mempergunakan air biasa yang dimasukkan ke dalam injection, sedangkan steamflooding mempergunakan uap.

''Tujuannya, agar minyak menjadi lebih cair dan lebih mudah dialirkan. Kalau tidak memakai teknologi tersebut, maka minyak akan sulit untuk diambil karena minyak seolah-olah lengket di batuan,'' kata dia.

Di Blok Rokan, kedua metode tersebut sama-sama dibutuhkan, tergantung jenis batuan dan jenis minyak. Kalau minyaknya tergolong kental, berat dan mengandung lilin, itu lebih bagus dengan cara steamflooding. Sedangkan waterflooding untuk minyak yang biasa saja, tidak terlalu kental, tetapi masih tersembunyi di pori-pori.

''Untuk waterflooding Pertamina tidak ada masalah sama sekali. Sedangkan untuk steamflooding, Pertamina harus menyesuaikan,'' kata dia.

Soal teknologi EOR, Pertamina memang sudah berpengalaman menerapkan, termasuk 16 lapangan alih kelola. Salah satunya melalui melalui anak PT Pertamina Hulu Energi Siak yang menerapkan teknologi EOR dengan uap air panas atau steamflood. Penerapan teknologi tersebut untuk sumur eksplorasi Kumis-2 di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Sebelum Pertamina melakukan alih kelola pada 2014, sebelumnya Siak juga dikeola Chevron.

Lapangan lain yang sudah menerapkan teknologi ini adalah Pangkalan Susu Field, tepatnya di Struktur Gebang. Melalui anak perusahaannya, Pertamina EP, BUMN tersebut menerapkan untuk 11 sumur. Dari 11 sumur EOR tersebut, enam sumur injeksi air dan lima sumur dikerjakan dengan Hydraulic Fracturing.

Sementara untuk metode warterflooding, BUMN tersebut menerapkan melalui PT Pertamina EP. Salah satu lapangan yang menerapkan metode ini adalah Pangkalan Susu Field, tepatnya di Struktur Gebang. (dri)


DIBACA : 518 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved