JAKARTA, RIAUSATU.COM-Indonesia pernah mengalami produksi minyak melimpah, namun sekarang kondisinya berbalik. Indonesia harus impor karena produksi minyak menurun tak sebanding dengan konsumsinya."> JAKARTA, RIAUSATU.COM-Indonesia pernah mengalami produksi minyak melimpah, namun sekarang kondisinya berbalik. Indonesia har" />
Selasa, 17 / Juli / 2018
Di Depan Emiten, SKK Migas Jelaskan Produksi Minyak Turun

| EKONOMI
Senin, 16 April 2018 - 16:07:49 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Indonesia pernah mengalami produksi minyak melimpah, namun sekarang kondisinya berbalik. Indonesia harus impor karena produksi minyak menurun tak sebanding dengan konsumsinya.

Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Arief S Handoko menjelaskan, produksi minyak Indonesia pernah mencapai 1,7 juta barel per hari pada 1974.

''Per Maret 2018 kita masih punya gap di mana produksi kita yang dulu 1,7 juta barel per day kira-kira tahun 1974,'' kata Arief dalam acara Dialog Emiten Migas di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (16/4/2018), sebagaimana dilansir detikfinance.

Di sisi lain konsumsi terus naik, namun tidak diimbangi produksi. 

''Konsumsi naik terus, dulu kita masih punya cadangan minyak untuk bisa ekspor. Dimulai 2002 produksi dan konsumsi sudah sama. Sekarang gapnya semakin besar,'' kata dia.

Dia menuturkan, produksi minyak Indonesia sekitar 800 ribu barel per hari. Tingginya kebutuhan minyak, kata dia, membuat Indonesia harus impor.

''Kurangnya crude yang akan kita proses jadi bahan bakar minyak kita harus impor. Karena impor Ini menjadi beban bagi negara karena membeli crude dalam jumlah besar. Saya pikir tidak hanya crude, tapi barang jadinya,'' jelasnya.

Sebenarnya, ungkap Arief, kondisi ini menjadi peluang bagi investor yang bergerak di bidang migas, sebab potensi minyak Indonesia masih besar.

Dia menambahkan Indonesia memiliki 128 wilayah cekungan (basin). Dari jumlah itu baru 18 yang berproduksi. 

Kemudian sebanyak 12 cekungan sudah dibor dan ditemukan cadangan, namun belum dikembangkan. Sementara, 24 cekungan sudah dibor dan tidak ditemukan cadangan.

''Masih ada 74 basin atau cekungan yang belum didrill sama sekali. Inilah peluang kita, peluang industri hulu migas untuk ekplorasi atau pengeboran lebih masif lagi,'' terang Arief. (dri)


DIBACA : 106 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved