JAKARTA, RIAUSATU.COM-Salah satu kebijakan populis yang kini diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah dengan tak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) solar dan premium serta tarif listrik "> JAKARTA, RIAUSATU.COM-Salah satu kebijakan populis yang kini diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah " />
Selasa, 17 / Juli / 2018
Tak Naikkan Harga BBM dan Listrik Jelang Pemilu, Jokowi Tiru Gaya SBY

| EKONOMI
Kamis, 12 April 2018 - 11:10:10 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Salah satu kebijakan populis yang kini diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah dengan tak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) solar dan premium serta tarif listrik hingga akhir 2019 mendatang. Kebijakan ini sama seperti yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jelang Pemilu 2009, Presiden SBY menurunkan harga BBM subsidi sebanyak dua kali.

Dalam catatan detikFinance, anggaran subsidi BBM yang naik saat itu bahkan membuat Indonesia terjerat dalam subsidi BBM yang akhirnya membebani APBN. Namun pada 22 Juni 2013, atau di periode keduanya sebagai Presiden, SBY kembali menaikkan harga BBM subsidi.

''Artinya strategi utak-atik subsidi BBM jelang tahun politik di era pak Jokowi juga hampir sama dengan Pak SBY. Demi jaga harga BBM subsidi dan listrik stabil maka belanja subsidi energinya akan naik signifikan atau terpaksa dibebankan ke Pertamina,'' kata pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bima Yudhistira kepada detikFinance saat dihubungi, Rabu (11/4/2018), sebagaimana dilansir detikfinance.

Saat ini hal yang sama juga dilakukan Presiden Jokowi. Jokowi yang selama ini konsisten memangkas anggaran untuk subsidi BBM dan listrik dalam 3 tahun terakhir pun harus mengubah trennya di tahun 2018 saat akhirnya justru menambah anggaran subsidi energi.

Kebijakan yang diambil di tengah tren kenaikan harga minyak dunia ini pun berpotensi mengubah postur APBN 2018, karena harus menutupi subsidi BBM di saat harga minyak dunia melambung.

''Pilihan ini menjadi kurang sehat dan tidak sustainable bagi APBN,'' kata Bima.

Pengamat politik Igor Dirgantara mengatakan cara ini adalah bagian dari strategi politik Jokowi dalam meraih simpatik dari masyarakat. Istilah 'the old wine in the new bottle' pun disematkan ke kebijakan yang diambil Jokowi saat ini.

''Kalau dulu di era Pak SBY dia menurunkan BBM. Itu strategi sebenarnya untuk mengurung semua kesempatan lawan-lawan politiknya untuk maju. Jadi kalau sudah kepililh, naikkan dulu BBM. Nanti kalau sudah mendekati masa pemilihan kembali, turunkan BBM,'' kata dia.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga BBM berupa solar dan premium serta tarif listrik hingga akhir 2019 tidak akan naik. Hal ini dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat yang masih belum pulih.

Kebijakan ini memang akan berisiko mengganggu neraca keuangan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Mengingat, harga batubara juga telah menembus US$ 100 per ton dan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Oil Price/ICP) sudah melampaui US$ 60 per barel.

Saat ini subsidi energi dalam APBN 2018 ditetapkan sebesar Rp 94,53 triliun yang terdiri dari subsidi BBM sebesar Rp 46,9 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 47,7 triliun.

Berdasarkan penghitungan sementara pemerintah, kenaikan subsidi untuk solar diproyeksikan mencapai kisaran Rp 700 per liter-Rp 1.000 per liter dari saat ini sebesar Rp 500 per liter.

Sementara itu, harga minyak dunia per Februari 2018 mencapai rata-rata sebesar US$ 61,61 per barel, lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar US$ 48 per barel. (dri)


DIBACA : 146 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved