Minggu, 18 / 08 / 2019
Sidang Isbat: 1 Syawal 1440 H Jatuh Hari Rabu 5 Juni 2019

| PERISTIWA
Selasa, 04 Juni 2019 - 16:44:57 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Kementerian Agama melalui petugas yang disebar di seluruh Tanah Air melihat posisi hilal minus di bawah ufuk. Dengan demikian Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada tanggal 5 Juni 2019.

Keputusan ini setelah mendapat persetujuan peserta Sidang Isbat Penentuan awal Syawal 1440 H di kantor Kementerian Agama, Senin (3/6).

''Posisi hilal di bawah ufuk di Tanah Air dan petugas kita tidak melihat hilal, bahwa jika hal itu terjadi, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Hari Selasa atau besok, kita masih puasa. 1 Syawal jatuh pada Rabu 5 Juni 2019,'' kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Ada 105 titik lokasi pemantauan hilal yang tersebar di 33 Provinsi Indonesia. Di setiap titik, Kemenag mengutus petugas rukyatul hilal yang bekerja sama dengan Kakanwil dan ormas.

Sidang Isbat dihadiri duta besar negara-negara sahabat, Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hadir pula Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Planetarium. Selain itu, juga Pakar Falak, Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, juga Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Atas penetapan itu, maka Idul Fitri 2018 yang ditetapkan pemerintah bersamaan dengan keputusan Muhammadiyah.

Sebelumnya, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah atau Hari Raya Lebaran akan jatuh pada 5 Juni 2019. Penetapan ini dilakukan Muhammadiyah setelah melakukan perhitungan dengan metode hisab.

Penetapan 1 Syawal 1440 jatuh pada 5 Juni 2010 ini disampaikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat buka bersama dengan wartawan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (30/5).

''Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui majelis tarjih dan tajdid telah menetapkan bahwa 1 syawal 1440 hijriyah jatuh pada tanggal 5 Juni 2019,'' ujar Haedar.

Haedar memprediksi penetapan 1 Syawal 1440 yang dilakukan Muhammadiyah tahun ini tidak akan berbeda dengan golongan maupun organisasi lainnya. Meskipun demikian jika penetapan Hari Raya Lebaran ini nantinya berbeda tidak perlu dijadikan masalah.

''Kami Muhammadiyah sebagaimana juga seluruh komponen umat Islam dan bangsa Indonesia selalu memiliki rasa toleransi ketika terjadi perbedaan, dan sebenernya umat Islam dan bangsa Indonesia itu sudah dewasa untuk berbeda,'' ucap Haedar.

Haedar menyerukan jika momentum 1 Syawal 1440 hijriah bisa dipakai sebagai momentum untuk saling memaafkan dan sarana untuk merekatkan kembali persaudaraan kita sebagai bangsa

''Mari jadikan idul fitri sebagai momentum untuk secara bersama-sama kita umat Islam dan bangsa Indonesia menjadikan Indonesia sebagai rumah milik bersama untuk maju menjadi bangsa dan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur menuju Indonesia berkemajuan. Semoga Allah memberi rahmat untuk bangsa Indonesia,'' urai Haedar. (dri)


DIBACA : 176 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved