Sabtu, 23 / Maret / 2019
Memalukan! Itu Kata RJCI Melihat Warga Dibiarkan Menginap di Bawah Flyover

| PERISTIWA
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:47:48 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) menyesalkan berlarut-larutnya aksi menginap warga Desa Koto Aman, Kampar di bawah kolong jembatan flyover di Jalan Sudirman Pekanbaru, yang sudah memasuki malam ke-9. RJCI mengkritik sikap cuek para pihak terkait, sehingga aksi tak lazim itu terus berlangsung.

"Pemprov Riau, Pemkab Kampar, Pemko Pekanbaru, BPN, aparat kepolisianz dan pihak-pihak terkait lainnya termasuk manajemen PT SBAL, seharusnya duduk bersama mengambil solusi alternatif. Baik solusi jangka pendek maupun jangka menengah. Masak dibiarkan rakyat dan anak-anak, bahkan balita menginap di bawah kolong jembatan layang (flyover). Selain mengganggu ketertiban kota, secara kemanusiaan ini tak boleh dibiarkan. Tidak baik jika dibiarkan begini terus, citra pemerintah dan pengusaha terkait, bisa dituding negatif dan arogan," tegas Ketua Umum Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) Raya Desmawanto, Kamis (14/3/2019).

Raya menegaskan, masalah konflik agraria antara warga Desa Koto Aman yang mengklaim lahan HGU milik PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) telah disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Riau, 15 Desember 2018. Artinya, kasus agraria ini sudah menjadi atensi pemerintah pusat dan harus mendapat perhatian yang konkret.

Menurut Raya, sepanjang aksi warga Desa Koto Aman tersebut murni sebagai perjuangan sosial masyarakat, maka stakeholder terkait haruslah membuka diri pada alternatif-alternatif, tidak mentok pada tawaran yang kaku dan konstan. Tapi, jika aksi itu ditunggangi anasir politik, dapat saja aksi itu dibubarkan.

Menurut Raya, solusi menyelesaikan masalah ini lewat jalur hukum memang ideal. Namun bagi warga desa, penyelesaian lewat jalur hukum (gugatan) tidaklah dapat diterima, karena proses yang panjang dan memerlukan biaya.

"Memang penyelesaian jalur hukum itu ideal serta permanen. Bahkan, tim hukum RJCI siap mendampingi jika diminta. Tapi kita lihat sisi lain, orang kampung kok ditantang main jalur hukum, ya mana nyambunglah. Mereka itukan belum terlalu melek hukum. Menurut kami, penyelesaian terbaik haruslah melalui mediasi dan dialog sosial. Itu sebabnya, semua pihak harus membuka diri. Termasuk manajemen PT SBAL kita harapkan juga membuka pintu komunikasi," tegas Raya yang juga Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Masyarakat Agraria dan Desa (Permadas) ini.

Dari pantauan RJCI, sebenarnya masyarakat menginginkan adanya dialog langsung dengan manajemen PT SBAL yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Keinginan masyarakat tersebut, harusnya bisa difasilitasi baik oleh pemda maupun aparat kepolisian.

"Apakah difasilitasi oleh pemda atau oleh kepolisian, saya kira tak jadi soal. Yang jelas, dari suasana yang kami amati, warga ingin bicara langsung dengan manajemen PT SBAL. Saya kira ini ideal. Warga kan sudah ketemu dan curhat juga langsung ke Presiden, masak mau ketemu manajemen perusahaan saja susah," tegas Raya.

Terlepas apakah ada hasil pertemuan jika terwujud dilakukan, menurut Raya semua pihak termasuk masyarakat harus legowo menerimanya.

Raya menambahkan, kondisi kesehatan warga yang membawa keluarga dan anak-anak menginap di kolong jembatan, dipastikan akan terganggu. Sehingga aksi ini tak boleh dibiarkan begitu saja.

"Seharusnya warga ini difasilitasi tempatnya, apakah di mess, di gedung tertentu yang layak, bukan di kolong jembatan. Cuaca panas, debu, dan gangguan alam lain mengancam kesehatan mereka. Pemerintah sejatinya tidak boleh membiarkan dan menganggap enteng aksi ini," tegas Raya. (rls)
DIBACA : 40 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved