Kamis, 20 / Juni / 2019
Pembayaran Tersendat, Subkontraktor Jalan Tol Pekanbaru-Dumai ‘Menjerit’

| PERISTIWA
Rabu, 10 Oktober 2018 - 22:50:54 WIB


PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Di tengah lambatnya progres pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai, berembus informasi bahwa sejumlah sub kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kandis dan Dumai itu, mengeluh dan menjerit tidak lancarnya pembayaran. Bahkan, disebut-sebut banyak subkon ''tidak bertuan''.

‘’Teman-teman pemilik perusahaan yang mengesub di proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai pada menjerit, karena pembayaran hasil pekerjaan mereka tidak lancar. Padahal, informasi yang kita terima, anggaran untuk perusahaan subkon lancar dari Pusat,’’ ujar Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Riau, Yul Santoso Tarigan, kepada media siber ini, barusan.

Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (131,5km) yang merupakan bagian dari 8 ruas Trans Sumatera ini dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero) Divisi Jalan Tol, terdiri dari 6 seksi. Oleh PT HKDJT, proyek yang akan menelan anggaran Rp16,2 triliun ini, disubkan ke PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak perusahaan PT. Hutama Karya (Persero) yang bergerak di bidang jasa konstruksi.  Dan oleh PT HKI, proyek ini disubkan lagi ke beberapa subkon lokal, antara lain PT Hasrat Tata Jaya.

‘’Kadin Riau meminta agar PT HKI membayarkan hasil pekerjaan teman-teman perusahaan swasta murni sesuai progres pekerjaan, janganlah ditunda-tunda sampai berbulan-bulan, kasihan mereka, terutama yang memakai uang bank. Padahal, dana yang digelontorkan PT HKDJT ke PT HKI lancar setiap minggu,’’ sebut Yul Santoso Tarigan.

Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, di Seksi 2 ada sekitar  6 subkontraktor yang bekerja di bawah naungan PT  HKI. Namun, perusahaan ke-6 subkon tersebut tidak jelas nama dan alamat kantornya. 

"Kami bekerja di sini hanya dikasih Rp450.000 per minggu, itu bukan gaji tapi uang makan. 
Masalah gaji, kami tidak tahu berapa sebenarnya. Kami diingatkan jangan terlalu gaji besar, tidak ada perjanjian berapa gaji kami per bulan. Saya sudah bekerja di sini enam bulan, tapi sampai sekarang saya tidak tahu nama perusahaan subkon saya kerja ini,’’ ungkap salah seorang pekerja. 

Saat ditanya perihal jaminan sosial, dia mengatakan tidak ada. ‘’Jaminan sosial tidak ada bang, kami pun di sini kerja hanya disuruh gitu aja tanpa ada perjanjian tertulis apapun. Makanya kami tidak tahu nama PT-nya, alat pelindung diri (APD) pun kami tidak ada dikasih, kami kerja hanya dilepas gitu aja," keluhnya, seraya meminta namanya dirahasiakan.

Terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra mengatakan pembangunan tol dengan total panjang 131,48 km itu berjalan lambat karena terkendala masalah lahan. "Pembebasan lahan ada beberapa masalah ya, terus juga ada yang punya pemerintah tapi ditempati orang lain," katanya. 

Berdasarkan data monitoring BPJT, Sabtu (6/10/2018), progres proyek tol senilai Rp16,2 triliun ini memang memiliki deviasi yang cukup lebar dari target yang ditentukan. Total deviasi progres konstruksi dari seluruh seksi mencapai 17,62% per 28 September 2018.

Seksi Pekanbaru-Minas 9,2 km memiliki deviasi paling besar, mencapai 74,95%. Seharusnya seksi ini sudah rampung pengerjaannya, sementara realisasinya baru 25%. 

Sedangkan seksi 2 dari Minas ke Petapahan sepanjang 23,6 km memiliki deviasi 52,15%. Progres konstruksi baru 17,66% dari rencana yang seharusnya 69,81%.

Seksi lainnya seperti Petapahan-Kandis Utara deviasi 25%, Kandis Utara-Duri Selatan deviasi 0,74% dan seksi Duri Utara-Dumai lebih cepat 0,24%.
Adapun pembebasan lahan secara keseluruhan saat ini baru mencapai 77,72%. Sedangkan konstruksinya baru 9,28%. (rs1)

DIBACA : 1408 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Senin, 06 Agustus 2018 - 10:50:51 WIB
Advertorial
Suplay Air Macet, Ini Penjelasan Direktur PDAM Tirta Indragiri ke Bupati Wardan
Senin, 06 Agustus 2018 - 11:07:55 WIB
2 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Khusus Jantung di Mekah
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:45:19 WIB
Sidik Jari Bermasalah, Calhaj Tertunda Keberangkatannya ke Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 06:21:14 WIB
Gempa Lombok, Tsunami Kecil Terjadi di Pantai
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:48:20 WIB
Diberitakan Bersedia Jadi Cawapres, Ini Kata UAS
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:47:46 WIB
Untuk Satu Hal Ini, Bernardeschi Ingin seperti Ronaldo
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:27:47 WIB
Geliat #SomadEffect Jelang Pilpres 2019
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:37:54 WIB
Mahrez Siap Tampil, De Bruyne dan Sterling Absen
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:50:46 WIB
Turnamen Catur Tiongkok Resmi Dibuka
Senin, 06 Agustus 2018 - 13:58:53 WIB
Inilah Kronologi dan Penyebab Gempa 7 SR
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved