Senin, 22 / Oktober / 2018
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 14:35 WIB
Pembukaan Lahan Baru Kelapa Sawit Dilarang, Produksi RI akan Turun?
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 14:29 WIB
Rapor Merah Jokowi di Isu Hak Asasi
Selingkuh Berujung Kasus Foto Alat Vital Perangkat Desa

| PERISTIWA
Rabu, 19 September 2018 - 10:43:14 WIB
JOMBANG, RIAUSATU.COM-Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang bernama Siswanto terjerat kasus foto alat vital yang tersebar di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata ini adalah buntut dari aksi pemerasan yang dialaminya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kapolsek Tembelang, AKP Ismono Hadi, korban diperas oleh wanita yang dikenalnya baru-baru ini.

Cerita berawal ketika korban menerima panggilan telepon dari seorang wanita pada tanggal 14 Agustus 2018 silam sekitar pukul 11.30 WIB.

''Setelah diangkat, telepon itu dari seorang perempuan mengaku dari Kecamatan Diwek (Jombang). Perempuan itu meminta nomor WhatsApp Siswanto,'' kata Ismono kepada detikcom, Selasa (18/9/2018).

Setelah bertukar nomor WhatsApp, keduanya terlibat dalam perbincangan mesra. Tak hanya itu, wanita yang belum diketahui identitas aslinya ini juga mengirimkan foto setengah telanjang kepada Siswanto.

Sebagai gantinya, pria yang sudah mempunyai istri dan anak itu diminta menujukkan alat kelaminnya. "Dia (Siswanto, red) menurutinya dengan membuka resletingnya. TKP di kantor Desa Kedungotok," ungkap Ismono.

Bahkan di hari yang sama, sekitar pukul 16.30 WIB, Siswanto bersedia melakukan onani sembari berkomunikasi dengan wanita tersebut lewat video call.

''Itu dilakukan dengan telanjang. TKP di kamar mandi rumahnya (Siswanto),'' terangnya.

Korban mengaku bersedia menuruti permintaan wanita tersebut karena kondisi rumah tangganya yang mulai retak. Menurutnya, telepon itu menjadi awal niatnya menjalin perselingkuhan.

Tak disangka dan tanpa sepengetahuan Siswanto, video call tersebut direkam oleh lawan bicaranya. Gelagat buruk pun muncul dua hari kemudian ketika rekaman itu digunakan pelaku untuk memeras Siswanto. Pelaku mengancam akan menyebarkan video dan foto bugil Siswanto jika tak diberi uang.

Awalnya permintaan ini dituruti oleh Siswanto. Dimulai pada tanggal 16 Agustus 2018 silam, Siswanto mengaku sempat mentransfer uang sebesar Rp 300 ribu ke sebuah rekening bank atas nama Nurul Arifin.

''Permintaan uang serupa terus dilakukan oleh perempuan dimaksud, tapi sudah tidak dipenuhi oleh yang bersangkutan,'' ungkap Ismono.

Tiga hari kemudian atau pada tanggal 19 Agustus 2018, Ismono melanjutkan, wanita yang belum diketahui identitas aslinya itu kembali mengancam Siswanto. Kali ini pelaku meminta ditransfer uang Rp 10 juta.

Namun karena permintaan ini tak dipenuhi oleh Siswanto, pelaku mengunggah rekaman video dan foto alat vital perangkat Desa Kedungotok itu ke akun Facebook seseorang dengan nama Puput Putri pada tanggal 22 Agustus 2018 lalu.

''Foto dan video itu akhirnya beredar ke warga Kedungotok dan sekitarnya,'' terang Ismono.

Untuk sementara polisi masih melakukan penyelidikan intensif terkait persoalan ini. Ismono mengaku pihaknya belum berhasil mengidentifikasi pelaku pemerasan Siswanto. Sejauh ini fakta yang baru berhasil mereka ungkap adalah lokasi rekening yang digunakan pelaku untuk memeras Siswanto.

Sebelumnya disebutkan bahwa Siswanto dipaksa untuk mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening atas nama Nurul Arifin. Polisi akhirnya mengetahui bahwa rekening tersebut terdaftar di Bank BRI cabang Kabupaten Blitar.

''Kalau sesuai rekening pengiriman transfer, posisi bank BRI ada di Wilayah Kabupaten Blitar,'' ungkapnya.

Namun Ismono belum bisa memastikan apakah rekening bank tersebut milik pelaku atau bukan. Ia juga belum melakukan pemeriksaan terhadap nama Nurul Arifin tersebut.

''Belum berani menentukan (Nurul Arifin pelakunya, red). Untuk ke arah itu perlu pendalaman, gelar perkara dari alat bukti yang didapat dari perkembangan hasil lidik,'' terangnya.

Kasus ini terbongkar ketika warga Desa Kedungotok mengetahui tentang adanya foto tak senonoh ini kemudian menggelar aksi protes ke kantor desa setempat, Senin (17/9). Aksi ini dilakukan untuk mendesak Siswanto mundur dari jabatannya.

Namun terkait hal itu, Kepala Desa Kedungotok, Karsaji sebelumnya mengaku masih menunggu petunjuk dari Inspektorat Kabupaten Jombang. Padahal setelah dikroscek, Inspektorat memastikan kewenangan untuk mengangkat dan mencopot perangkat desa sepenuhnya berada di tangan Kades.

Dengan begitu, Kades tak perlu meminta petunjuk hukum dari Inspektorat untuk mencopot anak buahnya yang bermasalah.
Ditambahkan Nyoman, kewenangan Inspektorat hanya sebatas pembinaan dan pengawasan.

''Itu kan perangkat desa, kewenangan pemberhentian dan pengangkatan mereka penuh di Kepala Desa,'' kata Inspektur Inspektorat Kabupaten Jombang, I Nyoman Suwardana.

Camat Tembelang juga disebut Nyoman belum berkoordinasi dengan pihaknya. "Saya belum ketemu (Camat Tembelang), beliau juga belum menghubungi. Kebetulan saya kemarin rapat dengan Bappeda sampai jam 5 sore," tandasnya.

Nyoman juga berharap Camat Tembelang segera menyurati Bupati Jombang terkait persoalan ini. Pihaknya mengaku juga akan mempelajari kasus ini.

''Nanti saya akan hubungi camat saja supaya camat membuat surat ke Bupati, tembusannya ke kami, sehingga nanti kami yang akan bergerak,'' tuturnya. (dri)



DIBACA : 124 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved