Selasa, 20 / 08 / 2019
Perangkap Babi di Perkebunan Sawit Ancam Habitat Beruang Madu di Riau

| PERISTIWA
Rabu, 19 September 2018 - 10:38:35 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Seekor anak beruang madu diselamatkan tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari ikatan jeratan babi milik warga. Hewan dengan nama Helarctos malayanus itu terjerat di areal perkebunan sawit Desa Bukit Kerikil, Kabupaten Bengkalis, Riau.

''Di lokasi itu banyak dipasang jerat babi yang mengancam keberadaan satwa dilindungi seperti beruang madu,'' ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Selasa (18/9), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Operasi penyelamatan satwa berbulu hitam dan berkuku tajam itu memerlukan waktu yang cukup lama. Sebab, saat bersamaan seekor beruang dewasa yang diduga kuat induknya menunggu beruang muda tersebut yang dalam kondisi terjerat sejak Minggu (16/9) kemarin.

''Baru pada keesokan harinya, beruang dapat diselamatkan dengan melibatkan tim reaksi cepat BBKSDA Riau Resort Duri. Namun beruang tersebut tidak serta merta dievakuasi, melainkan langsung dilepas liarkan ke habitatnya,'' kata Suharyono.

Desa Bukit Kerikil berbatasan langsung dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, yang merupakan kawasan konservasi yang kaya akan flora dan fauna, salah satunya rumah bagi beruang madu.

Keberadaan jerat yang dipasang oleh para penjerat babi bertebaran di sekitar areal perkebunan sawit yang meluas di desa sekitar kawasan konservasi tersebut.

''Setelah upaya penyelamatan tersebut kami langsung melakukan penyisiran jerat. Tapi hasilnya nihil. Memang kejadian seperti ini kerap terjadi, jeratan langsung hilang saat petugas datang,'' tegas Suharyono.

Suharyono meminta kepada masyarakat, baik pemilik lahan atau masyarakat desa agar tidak memasang jerat di sekitar kawasan konservasi karena berpotensi mencelakai satwa dilindungi.

''Beruang madu merupakan satwa dilindungi yang kerap menjadi sasaran perburuan di Provinsi Riau. Meski dalam beberapa kasus, para pelaku tidak serta mengakui menjerat satwa dilindungi tersebut dengan berdalih menjerat babi,'' katanya.

Sebelumnya, BBKSDA Riau dan Polres Indragiri Hilir berhasil menangkap sejumlah petani yang membantai beberapa ekor beruang madu di Kabupaten Indragiri Hilir pada awal 2018 lalu. Dalam pengungkapan itu, petugas menetapkan empat orang sebagai tersangka, sebagai bagian dari upaya efek jera bagi para pemburu satwa dilindungi. (dri)


DIBACA : 273 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved