Jum'at, 20 / 09 / 2019
Kamis, 19 September 2019 - 22:53 WIB
Polisi Tangkap 1 Terduga Pembakar Lahan di Inhil
Kamis, 19 September 2019 - 22:49 WIB
Kisah Bayi di Pekanbaru Meninggal Dunia Diduga Korban Asap
Inilah Kronologi dan Penyebab Gempa 7 SR

| PERISTIWA
Senin, 06 Agustus 2018 - 13:58:53 WIB
NTB,RIAUSATU.COM-Gempa 7 SR yang mengguncang NTB pada Minggu (5/8/2018), pada Senin (6/8/2018) pukul 10.00 WIB, tercatat 91 orang meninggal dunia, 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan melalui pesan Whatsappnya, Senin siang (6/8/2018) menyebutkan, gempa bumi 7 SR episenter di darat pada 18 km barat laut Kabupaten Lombok Timur, kedalaman 15 km pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB.

"Gempa ini merupakan mainshock (gempa utama), sementara gempa Lombok pada Minggu (29 Juli 2018) dan sederetan gempa susulan lalu merupakan foreshock (gempa awal). Gempa berpotensi tsunami untuk Kabupaten Lombok Barat bagian utara dan Kabupaten Lombok Timur bagian utara dengan status Waspada. Waktu kedatangan tsunami diperkirakan pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.48.35 WIB, tinggi maksimum tsunami 50 cm," ujar Sutopo.

Lanjutnya, Gempa dirasakan di daerah Mataram bangunan mengalami kerusakan, di Bima, Denpasar, Karangasem bangunan mengalami kerusakan ringan jika belum memenuhi konstruksi standar gempa, di Kuta tidak ada kerusakan tetapi dirasakan oleh banyak orang, di Waingapu, Benteng, Situbondo, Malang gerakan dirasakan nyata di dalam rumah.

"Gempa berpotensi tsunami dan telah terjadi tsunami. Terdeteksi gelombang tsunami yaitu di Pelabuhan Carik Lombok Utara=13,5 cm pukul 18:38 WIB, Pelabuhan Badas Sumbawa Utara=10 cm pukul 18.54 WIB, Pelabuhan Lembar Lombok Selatan dan Pelabuhan Pantai Benoa Bali=2 cm pukul 19.58 WIB. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami Minggu (5/8/2018) pukul 20.25 WIB. Hingga Senin (6/8/2018) pukul 08.00 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 132 kali, dengan 13 kali gempa dirasakan," urai Sutopo.

Penyebab Gempa

Penyebab gempa 7 SR dijelaskan Sutopo, episenter darat kedalaman 15 km pada 18 km barat laut Kabupaten Lombok Timur pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB. Episenter hampir sama dengan gempa 6,4 SR pada Minggu (29/7/2018).

"Jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Arch Thrust), dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik. BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. 132 gempa susulan terjadi hingga 6/8/2018 pukul 08.00 WIB. Lombok Utara memang rawan gempa akibat pergerakan Sesar Naik Flores. Beberapa gempa tsunami terjadi di Bali Utara, Lombok Utara dan Flores," terangnya.

Sambung Sutopo, Flores hingga Lombok terdapat patahan/sesar memanjang dari Flores hingga Lombok.

"Patahan ini sebagai respon terhadap desakan Kontinen Australia, Sesar Naik Flores berada di bawah laut. Sesar ini pernah dipetakan dalam Ekspedisi Marine Geology-Rama 12 menggunakan kapal riset RV Thomas Washington oleh Universitas California Santa Cruz dan LIPI tahun 1981," pungkasnya.(fat)

DIBACA : 5697 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved