Jum'at, 18 / Oktober / 2019
BNPB: Hujan Buatan Hanya Basahi Bagian Atas Hutan Terbakar

| NASIONAL
Rabu, 09 Oktober 2019 - 11:58:39 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hanya akan padam pada musim penghujan.

"Akan bisa padam pada musim hujan. Karena, dengan hujan buatan, waterboombing hanya membasahkan bagian atas. Sementara baranya ada yang sampai di kedalaman tujuh (meter) bahkan lebih," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (8/10), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Doni menyebutkan, hal itulah yang membuat BNPB merasa kesulitan dalam memadamkan karhutla yang berada di beberapa titik tersebut.

Doni menyebutkan, meskipun selama ini BNPB dengan beberapa pihak telah bersinergi memadamkan api, namun hanya tidak mengurangi hotspot api secara signifikan. Karena ia melihat, tatkala api dipadamkan, dalam beberapa hari akan kembali muncul lagi.

"Kenapa terjadi? Karena kedalam gambut kita ada yang lebih dari 10 meter, 20 meter. Bahkan ada beberapa tempat yang kedalamannya mencapai 36 meter," papar Doni.

Secara kodrati, menurut Doni gambut itu mudah terbakar. Karena gambut merupakan asal mula dari batubara. Jika kering, gambut itu seperti halnya batubara yang amat mudah terbakar dan baranya awet.

Bentuk Pokja

Karena sadar akan kesulitan untuk memadamkan karhutla, Doni menilai langkah paling paten untuk memadamkan karhutla ialah mencegahnya terjadi. Oleh sebab itu, pihaknya juga berencana untuk membentuk kelompok kerja (Pokja) pencegahan karhutla.

"Kita akan bentuk tim Pokja bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, TNI, Polri kemudian juga para akademisi, dunia usaha termasuk juga teman-teman di daerah dan juga teman-teman media," ungkap Doni di Kantor BNPB, Jakarta Timur.

Langkah itu, kata Doni juga sejalan dengan apa yang selama ini ditekankan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Jokowi, menurut Doni selama ini dalam pelbagai kesempatan kerap menekankan pentingnya pencegahan.

"Presiden dalam berbagai macam kesempatan pencegahan harys menjadi prioritas pencegahan harus dilakukan seoptimal mungkin. Karena pencegahan lebih baik dari penanggulangan," ujar Doni.

Tugas Pokja

Doni mengungkapkan, tugas Pokja ini kedepannya ialah guna memberikan masukkan kepada BNPB untuk melakukan pencegahan. "Tim Pokja memberikan masukkan lengkap tadi seperti yang disampaikan Pak Wisnu dari akademisi ada, dari perguruan tinggi dari dunia usaha pakar-pakar di berbagai bidang, pakar gambut pakar hukum ya semuanya," ungkapnya.

Ia mengharapkan hasil dari Pokja itu akan memberikan masukan yang optimal bagi pencegahan karhutla di kemudian hari. "Dan juga sebagai bahan mungkin dalam memperbaiki dan menyempurnakan beberapa peraturan yang ada," ia mengakhiri. (dri)

DIBACA : 48 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved