Sabtu, 23 / Maret / 2019
Pemko Payakumbuh Warning Peternak: yang Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipidana

| NASIONAL
Jumat, 15 Maret 2019 - 00:00:17 WIB
PAYAKUMBUH, RIAUSATU.COM-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian Kota Payakumbuh menghimbau dan memperingati para peternak sapi di Kota Payakumbuh untuk tidak melakukan penyembelihan kepada sapi betina Ruminansia Produktif. Pasalnya saat ini sudah ada aturan yang menjerat peternak ke ranah pidana jika tetap menyembelih sapi Ruminansia Betina Produktif.

Untuk pengawasannya, pihak kepolisian akan ditempatkan di Rumah Potong Hewan, Pasar Ternak dan Peternakan Swasta. Ini langkah untuk menjaga dan mengembangkan populasi sapi di Sumbar yang setiap tahun terus menurun.

''Ini langkah pemerintah untuk mempertahankan dan menambah populasi sapi. Jika terjadi penurunan populasi, maka potensi import daging akan semakin besar,'' kata Kabid Keswan dan Kesmavet Pemprov Sumbar, M Kamil saat Sosialisasi dan Advokasi Pengawasan Pemotongan Ruminansia Betina Produktif di Bakinco Resto, Kota Payakumbuh, Kamis (14/03/2019).

Dijelaskannya, bagi masyarakat dan peternak yang menyembelih sapi Ruminansia betina Produktif telah melanggar UU no 18 tahun 2009 jo UU 41 tahun 2014 tentang larangan menyembelih sapi/kerbau betina produktif. Para pelaku penyembelih bisa dikenakan 1 sampai 3 tahun penjara dan denda antara Rp 100 sampai Rp 300 juta.
Sedangkan yang menganiaya atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan sapi betina tersebut cacat atau mandul, akan didera pidana 1 sampai 6 bulan penjara dan denda Rp 1-5 juta.

'Aturan ini sengaja dimunculkan kembali ke permukaan karena saat ini Sumatera Barat sedang krisis sapi karena masih banyaknya peternak yang menyembelih sapi Betina Produktif,'' kata M Kamil.

Dari data Dinas Peternakan Sumbar, per tahun sekitar 120 ribu ekor sapi dipotong untuk kebutuhan masyarakat Sumbar. Dari angka ini, 30 persen dipotong saat hari raya idul Fitri. Sedangkan yang lainnya dipotong di rumah potong hewan dan pasar ternak. Sedangkan pertahun sapi betina produktif yang dipotong secara sengaja sekitar 25-30 ribu ekor.

''Jadi setiap tahun Sumbar kehilangan 50-60 ribu ekor sapi. Karena sapi betina produktif setiap tahun bisa melahir. Jika dipotong induknya, akan yang akan lahir di tahun itu juga akan hilang,'' katanya.

Menanggulangi hal ini, Pemprov Sumbar sudah bekerja sama dengan Polda Sumbar untuk menempatkan anggota kepolisian di 13 RPH yang tersebar di Sumbar. Termasuk pasar ternak dan peternakan swasta. Disana dilakukan pengawasan kepada setiap sapi yang akan dipotong. Termasuk saat hari raya korban. Dengan hal ini, diharapkan bisa menurunkan angka penyembelihan sapi betina produktif.

''Sudah ada kerjasama antara Pemprov dengan Polda Sumbar untuk menempatkan anggota kepolisian untuk mengawasi RPH. Termasuk di beberapa peternakan swasta dan pasar ternak,'' katanya lagi.

Ia juga mengatakan jika tidak ditanggulangi dari sekarang, Sumbar akan menjadi daerah tujuan impor daging dan hal ini akan membuat harga daging bisa melambung tinggi.
''Jika sudah langka dan daerah tidak bisa lagi menghasilkan daging, alternatifnya adalah import untuk sementara waktu. Jika hal ini terjadi siap-siap harga daging melambung tinggi,'' sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Depi Sastra mengatakan dalam target tahun 2019 dinas pertanian Kota Payakumbuh harus menghasilkan populasi sapi sebanyak 7 ribu ekor.

''Target kami 7 ribu ekor tahun ini. bagaimana bisa sapi betina produktif bisa melahirkan 7 ribu anak sapi. Karena itulah saat ini kami sedang membuat kandang sapi yang cukup luas di beberapa titik di Kota Payakumbuh,'' Ucap Depi.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan daging di Sumbar. Pasalnya, kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sudah dijadikan sentral peternakan sapi oleh Pemprov Sumbar. Karena itulah diberikan target untuk bisa meningkatkan populasi sapi. (rls)


DIBACA : 40 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved