Selasa, 20 / 08 / 2019
Dampak Rentetan Gempa Mentawai: Gereja, Puskesmas, dan 11 Rumah Rusak

| NASIONAL
Senin, 04 Februari 2019 - 16:44:28 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Mentawai, Sumatera Barat, diguncang gempa magnitudo 6 pada Sabtu (2/2/2019) dan disusul sejumlah gempa susulan. Sejumlah fasilitas umum dan rumah penduduk rusak akibat peristiwa ini.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Senin (4/2). Menurutnya, sejak gempa magnitudo 6 tersebut, terjadi 52 kali gempa susulan.

Gempa tersebut, menurut Sutopo, dirasakan masyarakat Kabupaten Mentawai kuat sekitar 3-4 detik. Sebagian masyarakat panik dengan ke luar rumah dan mencari tempat aman. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan pengamatan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, tidak ada gelombang pasang atau surut di pantai.

''Dampak gempa, tidak ada korban jiwa meninggal dan luka. Kerusakan fisik meliputi 1 unit puskesmas rusak di Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan, 1 unit mercusuar yang sudah tidak terpakai roboh, 11 unit rumah rusak ringan, dan 1 unit gereja rusak sedang,'' jelas Sutopo soal dampak gempa, sebagaimana dilansir detik.com.

Ditambahkan Sutopo, hingga saat ini masih ada sebagian masyarakat yang memilih tinggal di luar rumah. Mereka khawatir akan ada gempa susulan yang lebih besar.

''Sebagian masyarakat memilih tinggal di luar rumah karena takut adanya gempa susulan yang lebih besar. Hingga saat ini kondisi masyarakat kondusif dan aman. Masyarakat tetap melakukan aktivitas secara normal,'' ujarnya.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly sebelumnya juga telah memberi penjelasan soal rentetan gempa sejak gempa pertama magnitudo 6 pada Sabtu (2/2). Dia mengatakan, hingga pukul 21.00 WIB, tercatat telah terjadi 52 kali gempa. Namun hanya terdapat lima aktivitas gempa yang yang guncangannya dirasakan kuat oleh masyarakat. Gempa terbesar berkekuatan magnitudo 6,1 dan berpusat di laut dengan jarak 105 km arah tenggara Kota Tua Pejat, Kepulauan Mentawai.

''Ada 5 aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat dengan di antaranya magnitudo 5,3; 6,1; 5,3; 5,9; dan 5,0. Terbesar kekuatan M 6,1 dan terjadi pukul 16.27 WIB pada koordinat 2,92 lintang selatan (LS) dan 99,98 bujur barat (BB) dengan kedalaman 26 km,'' ucapnya.

Hasil analisis BMKG menyimpulkan, gempa bumi di Kepulauan Mentawai disebabkan olehaktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust Segmen Pagai. Sadly mengatakan zona itu memang merupakan kawasan sumber gempa yang sangat aktif.

''Konvergensi (pertemuan) kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault),'' katanya.

Sadly mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya makin mengecil. (dri)

DIBACA : 254 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved