Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Munardo, Senin sore (9/3/2020) memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau, bertempat di halama"> Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Munardo, Senin sore (9/3/2020) memimpin Apel Kesiapsiag" />
Jum'at, 03 / April / 2020
Kepala BNPB: Saat ini di Riau Sudah Mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan

| OTONOMI
Selasa, 10 Maret 2020 - 18:00:57 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Munardo, Senin sore (9/3/2020) memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau, bertempat di halaman Kantor Gubernur Riau, jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Kepala BNPB mengatakan, saat ini di Riau sudah mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan.

"Saat ini di Riau sudah mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan, walaupun dalam beberapa hari terakhir sudah turun hujan. Tetapi, di banyak tempat, di sebagian besar pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi ke arah timur, telah memasuki musim hujan.
Bahkan di beberapa tempat masih banjir bandang dan tanah longsor," ujar Kepala BNPB.

Sambungnya, selama 1 Januari sampai 9 Maret 2020, korban jiwa akibat terjadinya bencana alam telah mencapai 127 orang, 5 orang masih dinyatakan masih belum ditemukan. Paling besar diakibatkan banjir bandang dan tanah longsor. Demikian juga sejumlah kejadian berupa angin puting beliung mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada 2 tahun terakhir ini.

Masih dikatakan Kepala BNPB, fenomena alam yang terjadi ini tidak terlepas dari sejumlah kajian yang telah disampaikan para peneliti dibidang iklim yaitu perubahan iklim.

"Kita harus mengakui bahwa kondisi perubahan iklim ini sangat kita rasakan saat ini. Anomali cuaca, disatu sisi, di bagian barat wilayah Indonesia mulai memasuki kemarau. Sementara di bagian tengah dan timur masih mengalami musim hujan. Oleh karenanya, sebagai sebuah bangsa yang besar, kita harus bisa menghadapi ini semua dengan tingkat kesiapan yang lebih baik dibandingkan tahun yang lalu," sebutnya.

Kebersamaan dalam mengatasi persoalan ini, sambungnya, hendaknya menjadi ujung tombak dalam rangka menyelesaikan sejumlah persoalan. Bukan lagi waktunya kita saling menyalahkan, bukan waktunya lagi kita saling mencari kesalahan pihak manapun, tetapi kita harus mencari sebuah formulasi, agar segala langkah-langkah yang kita lakukan hari ini dan kedepan, harus lebih efektif.

"Bapak Presiden telah menerbitkan Inpres Nomor 3 Tahun 2020, dimana Inpres ini terbit dalam rangka merevisi Inpres sebelumnya yaitu Inpres Nomor 11 Tahun 2015. Apa yang membedakan Inpres sebelumnya dengan yang sekarang ini adalah memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pejabat daerah, baik Gubernur, Bupati maupun Wali Kota dengan tugas sebagai Komandan Satuan Tugas. Tentu kewenangan ini menjadi sebuah dorongan bagi daerah dibantu oleh unsur TNI, dimana Pangdam dan Kapolda atau Danrem menjadi wakil dari Gubernur, termasuk para Dandim dan Kapolres menjadi Wakil dari Bupati dan Wali Kota," urainya.

Inpres ini, kata Kepala BNPB, tentu diharapkan bisa menjadi salah satu bagian untuk mengatasi ancaman Karhutla yang terjadi setiap tahun, termasuk di Riau.(ift)

DIBACA : 124 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved