Senin, 06 / April / 2020
Kamis, 02 April 2020 - 19:39 WIB
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19
Kamis, 02 April 2020 - 18:42 WIB
PSMTI Pekanbaru Bantu Peralatan Pencegahan Covid-19
Aznil: Menghalangi dan Menganiaya Wartawan, Diancam Pidana

| OTONOMI
Senin, 10 Februari 2020 - 20:48:15 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, dilindungi Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Wartawan MNC Media yakni Indra Yosserizal, pada Rabu (5/2/2020) saat melakukan tugas jurnalistiknya di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum security PT Nusa Wana Raya (NWR).

Menurut Indra, ia pada saat itu melaksanakan tugas jurnalistiknya dengan membawa kamera, lalu dirampas oleh oknum security PT NWR serta dikeroyok.

Menyikapi hal itu, salah seorang wartawan senior, Aznil Fajri kepada riausatu.com menyayangkan sikap oknum security PT NWR yang terkesan arogansi.

"Wartawan itu bertugas dilindungi Undang-Undang. Bagi siapa saja yang menghalang-halangi tugas wartawan atau menganiaya wartawan, itu akan dipidana," tegas Aznil kepada riausatu.com, Senin (10/2/2020).

Aznil mengatakan bahwa didalam Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40/1999 sudah jelas dan lengkap penjelasannya.

"BAB II tentang Asas, Fungsi, Hak, Kewajiban dan Perananan Pers Pasal 4  ayat (1) menyebutkan bahwa Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Kemudian ayat (2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi," sebut Aznil yang masih aktif jadi wartawan mulai tahun 1987 hingga saat ini.

Kemudian, sambung wartawan senior itu, dalam BAB VIII, Ketentuan Pidana pada Pasal 18 ayat (1) dijelaskan bahwa Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

"Terkait teman kita wartawan MNC (Indra,-red) yang jadi korban pengeroyokan oleh oknum security PT NWR itu, maka dalam Pasal 170 KUHPidana itu, oknum security terancam 12 tahun penjara," terang Aznil.(ift)

DIBACA : 92 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved