Minggu, 23 / Februari / 2020
Pemusnahan Komoditi Tanpa Sertifikasi
Kepala Balai Karantina Pekanbaru: Riau Bukan Tempat Pemasukan Buah-buahan

| OTONOMI
Senin, 03 Februari 2020 - 20:46:19 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Senin (3/2/2020) memusnahkan berbagai komoditi tanpa sertifikasi dari luar negeri, bertempat di areal Balai Karantina Pertanian Kelas I, jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Dra Rina Delfi mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 bahwa seluruh komoditi yang masuk dari luar negeri ke Indonesia harus melalui beberapa persyaratan seperti bersertifikasi.

"Karena tidak sesuai dengan persyaratan pemasukan, maka kita lakukan penahanan dan pemusnahan barang tersebut," ujar Rina.

Rina mengakui, pihaknya telah melakukan pemusnahan terhadap komoditi pertanian yang masuk mulai dari November 2019 sampai sekarang karena merebaknya penyakit demam babi.

"Provinsi Riau bukan tempat untuk pemasukan dari buah-buahan. Sesuai dengan Permentan Nomor 42 bahwa Tempat Pemasukan itu ditentukan oleh Pemerintah hanya 5 tempat yaitu Belawan, Cingkareng, Surabaya, Tanjung Priok dan Batam. Karena ini bukan tempat pemasukan, jadi tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Provinsi Riau. Kemudian, daging dan segala macamnya itu, karena tidak memiliki sertifikasi, maka kita melakukan penahanan. Dan saat ini jumlah komoditi yang dimusnahkan hampir 331 Kilogram, termasuk buah-buahan," tegasnya.

Untuk itu, katanya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 bahwa seluruh komoditi pertanian yang dilalui lintasan luar negeri ke dalam Indonesia harus melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditentukan, dan dilengkapi dengan sertifikat dari negara asal dan juga dilaporkan kepada petugas karantina.

"Ada 50 kali pemasukan dari Bandara SSK II Pekanbaru, 35 kali pemasukan dari wilayah kerja Dumai, 10 kali pemasukan dari kantor pos. Beberapa komoditi pertanian yang kami musnahkan itu berupa buah-buahan yang terdiri Jeruk, Kelengkeng dan Apel. Kemudian ada daging, sosis dan ada dendeng daging babi," jelasnya.

Rina menjelaskan, barang tersebut (yang dimusnahkan,-red) masuk dari Dumai dan Kantor Pos dan juga masuk melalui Bandara SSK II itu sendiri yang berasal dari bawaan penumpang penerbangan maupun dari pelabuhan.

"Setelah kita lakukan penahanan kemudian kita lakukan pembinaan. Di tahun 2019, kita telah 2 kali melaksanakan P21, bahkan tersangkanya telah ditahan dengan denda Rp 50 juta. Itu kejadian di Siak dan Dumai terkait pemasukan bawang merah," sebut Rina.

Mengenai masih adanya supermarket di Pekanbaru diduga menjual komoditi buah-buahan serupa dengan yang dimusnahkan tersebut, Rina mengakui bahwa supermarket itu mengambil produk-produknya dari pelabuhan-pelabuhan yang telah ditentukan dan juga telah lulus uji laboratorium dari negara asalnya.

Rina berharap, dengan dimusnahkan berbagai komoditi tersebut, tidak ada lagi yang mencoba memasukkan komoditi tanpa persyaratan.(fat)

DIBACA : 50 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved