Minggu, 25 / 08 / 2019
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum

| HUKRIM
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Jika dilihat dari track record alias rekam jejaknya, Yopi Arianto (34 tahun), bekas Bupati Indragiri Hulu (Inhu), yang dilaporkan melakukan tindak pidana pengancaman ke Polda Riau lantaran menepuk pipi seorang wartawan senior Zulkifli Panjaitan (54 tahun), kerap bermasalah dengan hukum.

Perbuatan Bupati yang terpilih di usia muda ini diduga lantaran tak dapat membendung emosinya. Tak hanya dengan Zulkifli, beragam laporan polisi dan tudingan 'miring' juga dialamatkan kepadanya.

Dalam catatan merdeka.com dari data yang dirangkum, pertama, Yopi pernah dilaporkan ke Polda Riau lantaran dugaan penganiayaan karyawan PT Duta Palma. Sempat bergulir di ranah hukum, namun akhirnya laporan polisi yang dibuat asisten perkebunan sawit PT Duta Palma bernama Wira Taufik itu, dicabut setelah ada kesepakatan berdamai.

Kasus kedua, Duda yang pernah menikah dengan perwira polisi wanita (Polwan) dan dikaruniai seorang putra ini, juga pernah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan tindak asusila terhadap salah seorang anggota Satpol Pamong Praja kabupaten Inhu, Novita Arfyadi Putri (23 tahun).

Dalam laporannya disebutkan, hubungan Putri dengan Yopi Arianto berawal dari komunikasi keduanya dengan saling mengirim pesan singkat pada tahun 2010 silam. Hingga kemudian Putri mengaku mendapat perlakuan dugaan pelecehan seksual kemudian melapor ke Bareskrim Mabes Polri tahun 2014 lalu.

Seiring berjalannya waktu, kasus itu pun dicabut oleh Putri lantaran sudah tercapai kata perdamaian antara Putri dengan Yopi Arianto.

Bahkan, selain laporan polisi itu, isu santer merebak di masyarakat melalui jejaring sosial dan pemberitaan media online di Riau. Seorang janda beranak 3 berinisial RA (50), warga Solo Provinsi Jawa Tengah juga mengaku menjadi korban pemuas nafsu Bupati Inhu ini.

Isu itu kemudian makin menjadi-jadi. Dikabarkan, tak hanya RA, bahkan anak gadisnya berinisial A juga mengaku dipacari dan dibelikan sebuah mobil Honda Jazz berwarna biru Metalic. Mobil itu, kabarnya diberikan kepada A sebagai bukti cinta Yopi. Namun, kasus ini tidak sampai bergulir ke ranah hukum.

Terbaru, Yopi kembali dilaporkan karena diduga melakukan pengancaman terhadap seorang wartawan senior Zulkifli Panjaitan di halaman kantor PWI Inhu dengan tindakan menepuk pipi dan disertai kalimat bernada tidak senang atas pemberitaan tentang dirinya. Aksi ini dilakukan Yopi dihadapan ajudan dan pejabat Pemkab Inhu lainnya yang mengawal Yopi.

Tak terima, Zulkifli kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polda Riau karena khawatir terjadi sesuatu hal terhadap keluarganya.

Untuk melanjutkan proses hukumnya, polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap calon bupati Indragiri Hulu (Inhu) yang diusung PDI Perjuangan itu.

Kepolisian mengatakan, setelah menerima laporan dari Zulkifli Panjaitan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

''Sedang kita selidiki. Kita kumpulkan dulu beberapa informasi, kemudian pekan depan kita panggil beberapa saksi dan terlapor (Yopi Arianto),'' ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Kamis (6/8).

Tak hanya terlapor (Yopi Arianto), penyidik Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau juga akan memintai keterangan pelapor (Zulkifli) agar penyelidikan berjalan.

''Pelapor sudah kita mintai keterangannya saat membuat laporan. Tapi akan kita panggil lagi,'' jelas Guntur. (dri)

DIBACA : 14342 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved