Jum'at, 03 / April / 2020
Buronan Polisi, Mendagri Diminta Copot Muhammad Plt Bupati Bengkalis

| HUKRIM
Minggu, 08 Maret 2020 - 18:15:56 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM –Menteri Dalam Negeri diminta mencopot Muhammad sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkalis, lantaran tersangka korupsi itu sudah ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan oleh Polda Riau.

Demikian pendapat Akademisi Universitas Islam Riau, Dr Nurul Huda SH MH. Malah, dia menyarankan Mendagri Tito Karnavian segera menunjuk Plt Bupati Bengkalis baru, menggantikan posisi Muhammad yang menghilang tak diketahui di mana keberadaannya.

"Saya kira tidak ada lagi alasan untuk tidak mengganti pelaksana tugas Bupati Bengkalis, Muhammad," ujar Nurul, kepada sejumlah media, Ahad (8/3/2020).

Menurut Nurul, status buronan yang disandang Muhammad dalam dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi senilai Rp3,4 miliar dikhawatirkan mengganggu roda pemerintahan di Kabupaten kaya akan sumber daya alam itu.

Nurul menyebutkan, berdasarkan perspektif hukum, status buronan setara dengan penahanan. "Dalam perspektif hukum pidana DPO itu bisa diartikan seseorang itu telah ditahan tapi tidak dijumpai keberadaannya,” katanya.

Nurul juga memberi masukan agar sebaiknya Mendagri lalu diteruskan ke Gubernur Riau segera menentukan sikap demi roda pemerintahan di Kabupaten Bengkalis.

"Yang jelas ini kan sudah buron. Gubernur harus bersikap dan menafsirkan itu secara futuristik. Diganti saja dengan Plt yang baru agar roda pemerintahan berjalan dengan baik," terangnya.

Muhammad ditetapkan sebagai buronan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau setelah politisi PDI Perjuangan itu tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

Hingga kini, Polda Riau mengaku masih kesulitan melacak Muhammad, wakil Bupati Bengkalis yang kini menjabat sebagai Plt Bupati usai Amril Mukminin, Bupati Bengkalis definitif ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi jalan proyek jalan.

Muhammad mulai menghilang usai status DPO itu keluar pada awal Maret 2020 kemarin. Beberapa agenda pemerintahan di Kabupaten Bengkalis kerap ditinggalkan Muhammad. Bahkan, Muhammad juga tidak terlihat saat pesta pernikahan putrinya di Hotel Pangeran Pekanbaru. Berdasarkan pantauan, keluarga mempelai wanita hanya diwakili oleh istri Muhammad.

Status tersangka Muhammad terkuak setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyebutkan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara dugaan korupsi pipa transmisi PDAM di Inhil dengan mencantumkan nama Muhammad. SPDP itu diterima pihak Kejaksaan pada 3 Februari 2020.

Saat proyek pipa transmisi dilaksanakan, Muhammad bertindak sebagai bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Pengguna Anggaran. Proyek dianggarkan di Dinas PU Riau dengan senilai Rp3.828.770.000, jabatannya sebagai Kepala Bidang Cipta Karya.

Dalam perkara ini, sudah ada tiga pesakitan lainnya yang dijerat. Mereka adalah, Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sabar Stevanus P Simalonga, Direktur PT Panatori Raja selaku pihak rekanan, dan Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas. Ketiganya sudah divonis bersalah, dan ditahan di Lembaga Permasyarakatan. (rs1)
DIBACA : 101 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved