Senin, 06 / April / 2020
Kamis, 02 April 2020 - 19:39 WIB
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19
Kamis, 02 April 2020 - 18:42 WIB
PSMTI Pekanbaru Bantu Peralatan Pencegahan Covid-19
Nuriman SH: Tanah itu Sudah Dijual ke Klien Saya pada Agustus 1992

| HUKRIM
Minggu, 09 Februari 2020 - 23:09:14 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Perseteruan lahan di Teras Kayu Resto jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Penasihat Hukum Mery Gunarti yakni H Nuriman SH MH menyebutkan bahwa tanah tersebut sudah dijual kepada Mery Gunarti selaku kliennya pada Agustus 1992 oleh R Supangat.

Kepada wartawan, Nuriman SH menjelaskan bahwa Mohd Rawi Batubara ini sebetulnya sudah melakukan pernyataan bahwasanya ia menumpang diatas tanah itu.

"Pernyataannya ada. Beliau menyatakan ia menumpang diatas tanah itu. Kemudian belakangan, dia membuat surat hibah yang saya duga palsu. Surat Hibah ini pada 10 September 1992. Sementara tanah ini sudah dijual oleh R Supangat kepada klien saya pada Agustus 1992. Jadi, tanah sudah dijual, tidak mungkin terbit surat hibah. Ini sertifikatnya, ini akta jual belinya, sah dihadapan PPAT. Masak, bulan Oktober terbit Surat Hibahnya. Gak mungkin," kata H Nuriman kepada wartawan, Minggu (9/2/2020).

Kemudian, sambungnya, Rawi Batubara sudah pernah menggugat Mery Gunarti di Pengadilan, dan kalah.

"Didalam Putusan Pengadilan Negeri, ditolak gugatannya. Kemudian di Pengadilan Tinggi dipertegas lagi," sebut Nuriman SH.

Dijelaskan Nuriman didalam hasil Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru, bahwa terhadap gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Pekanbaru telah menjatuhkan putusan yaitu putusan nomor: 42/PDT/G/2008/PN.PBR tanggal 27 Mei 2009 yang amarnya dalam konvensi maupun rekonvensi menolak gugatan penggugat seluruhya.

"Didalam itu juga disebutkan bahwa menyatakan tidak sah dan batal demi hukum Surat Hibah tanggal 10-9-1992 dari pemberi Hibah H Supangat Purwomiharjo kepada penggugat dalam konvensi/tergugat dalam rekonvensi," kata Nuriman sambil menunjukkan hasil keputusan Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Jadi, sambungnya, dengan inkrahnya hasil putusan tersebut, maka Rawi Batubara sudah tidak ada lagi haknya disana.

"Karena pengadilan menyatakan ditolak gugatannya, kemudian surat hibahnya sudah dinyatakan batal," ucapnya.

Mengenai Laporannya ke Mabes Polri, kata Nuriman, baru lapor.

"Kami akan melengkapi surat itu, bahwasanya dia tidak mempunyai legalstanding lagi untuk menggugat. Karena dia tidak berhak lagi, Rawi Batubara tanahnya sudah kalah. Artinya, surat sudah dibatalkan, jadi tidak ada hak ahli waris untuk melapor. Kemudian ada lagi mengenai sita. Sita inikan kewenangan Pengadilan. Polisi pun kalau dalam sengketa tanah, tidak bisa dia menyita tanahnya, kecuali ada pemalsuan surat. Dan yang bisa menyita itu hanya Pengadilan. Kami heran, kenapa muncul anak ahli waris Rawi Batubara mengatasnamakan dirinya. Sementara Rawi Batubara sudah kalah di Pengadilan. Surat hibahnya sudah dinyatakan tidak sah," bebernya.

Menurut saya, mungkin ada miskomunikasi yang terjadi dan tanpa dijelaskan awalnya.

"Klien saya membeli tanah tersebut pada 1 Agustus 1992, akta jual belinya. Dan surat pak Supangat waktu itu sudah bersertifikat. Jadi kalau dibandingkan dengan Surat Hibahnya, duluan jual beli Supangat kepada klien saya daripada hibah," pungkasnya.(ift)

DIBACA : 90 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved