Sabtu, 21 / 09 / 2019
Dugaan Suap KPPS, Polisi Periksa Pengantar Uang dari Anggota DPRD Riau Lima Jam

| HUKRIM
Minggu, 18 Agustus 2019 - 21:21:57 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Satreskrim Polresta Pekanbaru memeriksa seorang saksi kunci, inisial Ar (Arif) yang disebut-sebut mengantarkan dugaan uang suap untuk seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pungutan Suara (KPPS) Iskandar (Is), Ahad (18/8/2019).
 
Is bertugas di Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Dia diduga menerima suap dari calon legislatif petahana, yang juga sebagai anggota DPRD Riau Noviwaldy Jusman (NJ), melalui Ar dan seorang saksi lain. Ar diperiksa sekitar hampir lima jam oleh penyidik.
 
“Iya benar, tadi penyidik memeriksa saksi inisial Ar untuk laporan dugaan suap KPPS,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaluddin Syam, saat dihubungi wartawan.
 
Awal menyebutkan, pemeriksaan Ar terkait seputaran dugaan uang suap untuk Is. Awal menyebutkan, Ar memang menawarkan diri untuk diperiksa.
 
“Karena sebelumnya dia kan sudah kita panggil, tapi tidak datang. Dan, hari ini dia datang sendiri untuk memberikan keterangannya,” kata Awal.
 
Menurut Awal, selain Ar ada juga saksi lain yang berhubungan dengan pengantaran uang suap tersebut. Dia memastikan, pekan depan ada empat saksi yang akan diperiksa, termasuk yang mengantarkan uang itu.
 
“Pekan depan, ada empat saksi yang kita agendakan untuk datang memberikan keterangannya. Surat panggilan, sudah kita sampaikan,” kata Awal.
 
Tidak hanya hari ini, kata Awal, pada Selasa (20/8/2019), polisi juga akan memeriksa NJ yang disebut-sebut sebagai caleg petahana yang diduga memberikan uang itu untuk Ketua KPPS, Is.
 
“Sebelumnya kan NJ sakit, jadi tidak bisa hadir untuk diperiksa. Jadi kita jadwalkan lagi, kalau tidak Selasa, ya Rabu lah jadwal pemeriksaannya,” ucap Awal.
 
Sementara itu, untuk Ketua KPPS inisial Is telah dilakukan pemeriksaan pada Kamis, 1 Agustus 2019. Dia juga akan diperiksa kembali pekan depan.
 
Awal menyebutkan, keterangan dari para terlapor dan saksi itu nantinya sebagai bahan dan bukti dalam penyelidikan dugaan suap tersebut.
 
Bahkan, polisi juga telah mendapat Surat Keterangan (SK) sebagai KPPS milik IS, yang didapatkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru. "Selanjutnya, kita mengagendakan keterangan saksi ahli untuk keterangan tambahan," tegas Awal.
 
Awal belum membeberkan siapa dan dari mana saksi ahli itu. Sebab, hal itu demi kepentingan penyelidikan, agar tidak bocor ke pihak manapun. "Nanti saja setelah kita periksa, kita jelaskan saksi ahlinya siapa," ucap Awal.
 
Satreskrim Polresta Pekanbaru mendalami unsur tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan suap Iskandar. Dia diduga menerima suap dari anggota DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. Kini dia terpilih kembali dari Partai Demokrat.
 
Awal mengatakan, dalam perkara tersebut, baik penerima maupun pemberi sama-sama dapat dijerat dengan pidana korupsi.
 
"Ini kan menggunakan Undang-undang pidana korupsi, gratifikasi. Baik pemberi dan penerima merupakan tersangka pidana. Dan itu prosesnya harus gelar di Polda Riau," kata Awal.
 
Kasus dugaan suap melibatkan NJ ini terjadi saat proses pemungutan suara pada pemilihan umum April 2019. Saat itu, NJ yang merupakan calon petahana kembali bertarung di pemilihan legislatif dan berhasil duduk kembali.
 
Hingga kini, NJ belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait dugaan suap yang menyeret namanya tersebut. Sementara Is sudah diputus KPU Kota Pekanbaru pada 26 Juni 2019, karena terbukti melanggar kode etik sebagai penyelenggara Pemilu. (rs1)
DIBACA : 94 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved