Selasa, 19 / November / 2019
Ajudan Menag Akui Kakanwil Kemenag Jatim Beri ''Honor Tambahan'' untuk Lukman

| HUKRIM
Rabu, 03 Juli 2019 - 19:55:56 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, disebut memberikan uang yang disebut sebagai ''honor tambahan'' pada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Hal itu diungkap ajudan Lukman, Herry Purwanto, saat memberikan kesaksian.

Herry menjelaskan honor tambahan itu diberikan Haris usai Lukman menghadiri seminar kesehatan di pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Di acara itu, Lukman bertindak sebagai narasumber.

''Setelah acara selesai, saya duduk di masjid, saya disamperin Pak Haris 'mas ikut saya' sampai di mobil 'mas tolong titip ke Pak Menteri honor tambahan','' ujar Herry di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/7), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Uang itu baru dilaporkan Herry pada Lukman setelah tiba di kediaman sang menteri di Jakarta. Mendapat laporan itu, Lukman meminta uang tersebut dikembalikan pada Haris.

Namun, uang tak kunjung dikembalikan oleh Herry karena belum ada kesempatan bertemu Haris. Apalagi, agendanya sangat padat mendampingi Lukman.

Hingga kabar operasi tangkap tangan KPK terhadap Romi menyeruak, Herry bergegas melapor ke Irjen Kemenag. Ia mengaku takut mengatakan kepada menteri jika uang tersebut belum dikembalikan.

''Uang itu saya tidak laporan ke Pak Menteri karena saya takut, saya salah, ya sudah dilaporkan ke Irjen ya sudah dilaporkan ke gratifikasi KPK,'' jelasnya.

Dalam sidang dakwaan Haris, nama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disebut menerima uang dengan total Rp 70 juta dengan rincian Rp 50 juta diberikan Haris secara langsung dan Rp 20 juta diberikan melalui Herry.

Sementara itu Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi berupa uang Rp 325 juta.

Haris didakwa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Sedangkan Muaffaq sebagai Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Gresik didakwa memberi suap kepada Romi dengan total Rp91,4 juta. Uang itu diberikan kepada Romi karena telah mengintervensi secara langsung dan tidak langsung agar Muafaq terpilih sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Muafaq didakwa telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (dri)


DIBACA : 17092 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved