Sabtu, 20 / Juli / 2019
Terjerat Korupsi, Mantan Bupati Pelalawan Dieksekusi Jaksa

| HUKRIM
Rabu, 26 Juni 2019 - 11:58:25 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar dijemput tim Kejaksaan Negeri Pelalawan untuk menjalani masa hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Azmun terjerat kasus korupsi pengadaan lahan perkantoran Bakti Praja Pangkalan Kerinci.

''Kemarin kita jemput Azmun Jaafar atas putusan Mahkamah Agung dengan vonis 18 bulan penjara,'' ujar Kepala Kejari Pekanbaru, Nophy Tennophero South SH MH saat dihubungi merdeka.com, Rabu (26/6).

Menurut Nophy, Azmun tidak melawan saat dijemput jaksa. Lalu dia dibawa ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pekanbaru, Selasa (25/6) sekitar pukul 15.30 Wib.

''Terpidana juga kooperatif, tidak ada halangan. Langsung dibawa ke Lapas Pekanbaru,'' ucap Nophy.

Selanjutnya, Azmun akan menjalani mas hukuman 18 bulan penjara atas putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) dalam kasus korupsi pengadaan lahan perkantoran Bhakti Praja tahun 2007 ketika menjadi Bupati Pelalawan.

''Kita sebagai eksekutor. Jadi mulai hari ini, terpidana menjalani hukumannya sesuai putusan MA,'' ucap Nophy..

Untuk diketahui, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan atas kasus korupsi yang menjeratnya beserta denda Rp 50 juta dengan subsider dua bulan kurungan.

Pada tingkat Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru Azmun Jaafar sempat divonis bebas dari semua tuntutan jaksa dalam perkara rasuah itu tiga tahun lalu.

Saat Azmun Jaafar dibebaskan di tingkat PN Pekanbaru tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Riau dan Kejari Pelalawan langsung mengajukan kasasi ke MA.

Hingga hakim agung yang diketuai Prof Dr Surya Jaya menerbitkan putusannya pada 27 Agustus 2018 lalu. Namun, jaksa mempersiapkan proses eksekusi terhalang oleh adanya perbaikan masa penahanan terpidana pada putusan MA sehingga baru bisa dieksekusi setelah 10 bulan putusan, usai putusan direvisi.

Azmun Ja'afar sebelumnya dibebaskan Pengadilan Negeri Pekanbaru. Tak terima, jaksa melakukan kasasi. Akhirnya, Azmun kalah pada tingkat kasasi di MA dan diputus vonis 18 bulan penjara.

Dalam kasus tersebut, Azmun merupakan tersangka ke delapan yang ditetapkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau.

Kasus itu berawal dari rencana Pemerintah Kabupaten Pelalawan saat kepemimpinan Azmun hendak mendirikan perkantoran bernama Bhakti Praja pada tahun 2002 silam. Hingga Pemda memutuskan untuk membeli lahan seluas 110 hektar dan lahan telah dibayar.

Proses pembayaran memang sudah selesai, namun dana ganti rugi lahan kembali dianggarkan dalam APBD tahun 2007, 2008, 2009 dan 2011 hingga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 38 miliar. Sedangkan tujuh tersangka lain sudah diadili dan menjalani hukuman.

Mereka yaitu mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Pelalawan, Farizal Hamid, mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pelalawan Lahmudin, serta mantan Kasi BPN Pelalawan Al Azmi.

Selanjutnya, Tengku Alfian sebagai PPTK pengadaan lahan dan staf Sekda Pelalawan, Rahmat staf dinas pendapatan daerah, Tengku Kasroen eks Sekretaris Daerah Pelalawan, dan Marwan Ibrahim yang merupakan mantan Wakil Bupati Pelalawan. Sebagian dari mereka sudah bebas seiring usainya masa hukuman. (dri)

DIBACA : 90 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Senin, 06 Agustus 2018 - 11:07:55 WIB
2 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Khusus Jantung di Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 10:50:51 WIB
Advertorial
Suplay Air Macet, Ini Penjelasan Direktur PDAM Tirta Indragiri ke Bupati Wardan
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:45:19 WIB
Sidik Jari Bermasalah, Calhaj Tertunda Keberangkatannya ke Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 06:21:14 WIB
Gempa Lombok, Tsunami Kecil Terjadi di Pantai
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:48:20 WIB
Diberitakan Bersedia Jadi Cawapres, Ini Kata UAS
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:47:46 WIB
Untuk Satu Hal Ini, Bernardeschi Ingin seperti Ronaldo
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:27:47 WIB
Geliat #SomadEffect Jelang Pilpres 2019
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:37:54 WIB
Mahrez Siap Tampil, De Bruyne dan Sterling Absen
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:50:46 WIB
Turnamen Catur Tiongkok Resmi Dibuka
Senin, 06 Agustus 2018 - 13:58:53 WIB
Inilah Kronologi dan Penyebab Gempa 7 SR
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved