Sabtu, 20 / Juli / 2019
Diduga Ada Peran SF Hariyanto di Balik Status Tersangka Muhammad

| HUKRIM
Kamis, 20 Juni 2019 - 12:11:08 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Tertundanya ekspos tersangka atas nama Muhammad ST MT, Wakil Bupati Bengkalis, oleh Mabes Polri terkait kasus korupsi pengadaan dan pekerjaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan tahun 2013, ditengarai adanya peran Ir SF Hariyanto MT. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau itu disebut-sebut sebagai "palang pintu" terakhir bagi Muhammad, mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU Riau itu.

Demikian kesimpulan yang diperoleh media siber ini dari beberapa sumber yang layak dipercaya. Baik sumber di Mabes Polri maupun sumber di kalangan praktisi hukum dan elit Riau menyebutkan, SF Hariyanto lah yang "menahan" agar status tersangka Muhammad tidak diekspos dulu; kendati nota dinas Mabes Polri saat gelar perkara minggu lalu status Muhammad selaku Kuasa Pengguna Anggaran adalah Tersangka.

"Kita tahu sama tahulah, Bupati Bengkalis Amril Mukminin sudah tersangka oleh KPK. Maka, diupayakan status tersangka Muhammad diulur-ulur, dengan harapan kalau Amril ditahan KPK, otomatis Muhammad jadi Pelaksana Tugas Bupati Bengkalis," ujar sumber yang enggan namanya diberitakan riausatu.com, seraya menyebut nama SF Hariyanto di belakang ini semua.

Ketika dikonfirmasi riausatu.com, Rabu (19/6/2019), via telepon selularnya, SF Hariyanto tidak berhasil dihubungi, hanya terdengar nada masuk. Pun saat pertanyaan dikirim via WhatsApp terkait dugaan peran dia menahan status tersangka Muhammad, hanya dua conteng biru terlihat tanda sudah dibaca oleh pria yang sekarang menjabat Inspektur Wilayah II di Kementerian PUPR RI ini.

Seperti diberitakan, Muhammad ST MT, Wakil Bupati Bengkalis, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan tahun 2013. Status ini disandang mantan Kabid Cipta Karya PU Riau  itu, saat gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (13/6/2019) siang. Gelar perkara ini, sesuai rujukan surat Kapolda Riau Nomor: B/639/VI/RES.3.3.5/2019/Reskrimsus tanggal 11 Juni 2019.

Namun, status tersangka Muhammad ini dibantah oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Suharto, kendati membenarkan adanya gelar perkara kasus dugaan korupsi proyek pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kamis (13/6/2019) sore, di Bareskrim Polri. ‘’Belum (tersangka), ternyata berkasnya masih perlu pendalaman lagi,’’ sebutnya, Kamis (13/6/2019) malam.

Kerugian Negara
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tahun 2013, diambil alih dan di bawah supervisi Mabes Polri karena melibatkan Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad ST MP, yang saat itu menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau. Sosok ini, diungkap memiliki peranan penting dalam kasus yang telah menyeret empat orang itu.

Kepala Biro (Karo) Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Senin (12/11/2018), mengatakan pengerjaan proyek bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2013 itu, telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2.639.090.623. ‘’ Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, ditemukan beberapa perbuatan melawan hukum,’’ katanya, kala itu.

Dalam kasus ini, juga diduga adanya peran Kepala Dinas PU Riau saat itu, SF Hariyanto selaku Pengguna Anggaran, telah lalai menjalankan tupoksinya. Bahkan dari banyak informasi, SF Hariyanto diduga melakukan intervensi dan memaksakan perusahaan pemenang yang berlamat di Jalan M Nawi Harahap No. 151 Medan, Sumatera Utara.

Lagi-lagi, ketika klarifikasi dikirim via WhatsApp, Rabu (19/6/2019), SF Hariyanto tidak menjawabnya. Pertanyaan terkait dugaan peran dia selaku Kadis PU Riau dan PA telah lalai menjalankan tupoksinya, bahkan diduga melakukan intervensi dan memaksakan pemenang, hanya dibaca SF Hariyanto sampai berita ini diposting. (rs1)
DIBACA : 162 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Senin, 06 Agustus 2018 - 11:07:55 WIB
2 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Khusus Jantung di Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 10:50:51 WIB
Advertorial
Suplay Air Macet, Ini Penjelasan Direktur PDAM Tirta Indragiri ke Bupati Wardan
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:45:19 WIB
Sidik Jari Bermasalah, Calhaj Tertunda Keberangkatannya ke Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 06:21:14 WIB
Gempa Lombok, Tsunami Kecil Terjadi di Pantai
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:48:20 WIB
Diberitakan Bersedia Jadi Cawapres, Ini Kata UAS
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:47:46 WIB
Untuk Satu Hal Ini, Bernardeschi Ingin seperti Ronaldo
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:27:47 WIB
Geliat #SomadEffect Jelang Pilpres 2019
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:37:54 WIB
Mahrez Siap Tampil, De Bruyne dan Sterling Absen
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:50:46 WIB
Turnamen Catur Tiongkok Resmi Dibuka
Senin, 06 Agustus 2018 - 13:58:53 WIB
Inilah Kronologi dan Penyebab Gempa 7 SR
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved