Rabu, 14 / November / 2018
Terungkap! Otak Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Makassar Adalah Napi dalam Penjara

| HUKRIM
Kamis, 16 Agustus 2018 - 11:00:17 WIB
MAKASSAR, RIAUSATU.COM-Pembunuhan sadis kembali terjadi. Kali ini terjadi kepada sebuah keluarga di Makassar, Sulawesi Selatan. Ternyata otak dari pembunuhan ini adalah seorang narapidana yaitu Akbar Daeng Ampuh yang sedang mendekam dalam penjara. Diketahui dirinya mengendalikan pembunuhan itu dari balik jeruji besi karena terlihat pada akun facebook miliknya yang baru saja berganti foto profil.

Terakhir, tepatnya pada tanggal 15 Juli 2018 sekitar pukul 21.16 Wita, otak pembunuhan sadis Makassar Akbar mengganti foto profil akun Facebooknya yang bernama Akbar Ampuh dengan foto bareng seorang bocah perempuan yang kemungkinan adalah anaknya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1 Makassar, Budi Sarwono mengatakan tidak ada kelonggaran bagi warga binaan atau narapidana Lapas Klas 1 Makassar untuk menggunakan komunikasi di dalam Lapas. Termasuk, kepada Akbar Daeng Ampuh yang diketahui sebagai napi kasus pembunuhan dan narkoba tersebut.

Beberapa waktu yang lalu pihak Lapas pernah menangkap seorang pengunjung mencoba menyelundupkan telepon genggam ke narapidana dan kita larang untuk membesuk.

Tak hanya itu, pihak Lapas Klas 1 Makassar juga melaksanakan penggeledahan secara berkala maupun insidentil dan juga melaksanakan sidak bersama pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan (Kanwil Kumham Sulsel) di sel-sel warga binaan di Lapas Klas 1 Makassar.

''Jadi perlu diketahui, handphone yang digunakan oleh Akbar itu penyerahannya dari kami ke polisi. Itu hasil sidak kami di kamar sel Akbar,'' terang Budi via telepon, Selasa (14/8), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Akbar mendapatkan telepon genggam itu melalui seorang perempuan yang sebelumnya membesuknya di Lapas Klas 1 Makassar. Foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) perempuan yang kemungkinan besar merupakan keluarganya tersebut, petugas Lapas telah memajangnya di pos pemeriksaan pengunjung di pintu masuk Lapas untuk jadi perhatian agar yang bersangkutan dilarang lagi membesuk napi bernama Akbar.

''Itu sebagai penegasan dari kami. Bahwa tak boleh ada pelanggaran di dalam Lapas. Apalagi sampai menyelundupkan alat komunikasi seperti handphone maupun narkoba yang kerap diberitakan biasa terjadi di dalam Lapas,'' ujar Budi.

Ia juga mengingatkan kepada para petugas Lapas Klas 1 Makassar untuk tidak mencoba-coba bermain dengan pelanggaran. Salah satunya memfasilitasi penggunaan telepon genggam bagi warga binaan atau narapidana yang sedang menjalani masa hukuman perkaranya.

''Semoga itu tak terjadi. Tetapi jika nantinya ditemukan sanksi tegas akan kita terapkan. Jadi selalu saya ingatkan jangan coba-coba berani melanggar peraturan yang ada,'' tegas Budi.

Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Klas 1 Makassar, Mutzaini Zein mengatakan, dirinya belum mengetahui persis dari mana asal sumber telepon genggam yang digunakan Akbar selama berada di dalam Lapas Klas 1 Makassar.

''Kami belum tahu dari mana asal sumber handphone tersebut, pengamanan kami sudah ketat, kemungkinan dari pengunjung,'' akui Mutzaini via telepon, Selasa (14/8/2018).

Menurutnya, petugas kepolisian menjemput Akbar dari Lapas Klas 1 Makassar pada tanggal 10 Agustus 2018. Setelah itu, petugas Lapas menggeledah kamar selnya dan ditemukan beberapa unit telepon genggam.

''Barang bukti yang diambil itu kan pihak Lapas Klas 1 Makassar yang serahkan. Itu hasil penggeledahan kami di kamar sel Akbar,'' ucap Mutzaini. (dri)

DIBACA : 192 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved