Selasa, 11 / Desember / 2018
Mangkir Tiga Kali di Sidang Sengketa Informasi, BTN Pekanbaru Terancam Jadi Terdakwa

| HUKRIM
Rabu, 07 Maret 2018 - 20:48:14 WIB
Ketua Majelis Komisioner Tatang Yudiansyah didampingi anggota majelis Johny S Mundung dan Hasnah Gozali memimpin sidang sengketa informasi Bank BTN.
TERKAIT:
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Bank BTN Cabang Pekanbaru terancam diseret ke pengadilan umum dan menjadi terdakwa, menyusul ketidakhadiran pihak bank BUMN itu untuk ketigakalinya dalam sidang sengketa informasi di Komisi Informasi (KI) Riau, Rabu (7/3/2018).

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Komisioner Tatang Yudiansyah dan majelis anggota masing-masing Johny S Mundung dan Hasnah Gozali, Bank BTN kembali tidak hadir sebagai termohon. Dan ini kali ketiga bank pelat merah itu mengangkangi UU KIP. Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Alhasil, sidang tersebut hanya dihadiri pemohon Dwiki Zulkarnain dari salah satu lembaga swadaya masyarakat di Riau. Dalam dua kali sidang sebelumnya, pihak Bank BTN juga tidak hadir dan hanya menjawab sengketa informasi tentang renovasi gedung Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dananya bersumber dari bank tersebut melalui surat. 

Padahal, sesuai mekanisme di Komisi Informasi dan berdasarkan UU KIP Nomor 14 Tahun 2008, sengketa informasi ini sudah masuk dalam tahapan persidangan, di mana pemohon dan termohon wajib hukumnya untuk datang memenuhi panggilan Majelis Komisioner. Tapi Bank BTN Pekanbaru sebagai termohon tidak mengindahkannya dan menilai KI Riau tidak berhak untuk menyidangkan dengan alasan yang dipermasalahkan oleh pemohon termasuk kategori "kerahasiaan bank".

Menurut Ketua Majelis Komisioner Tatang Yudiansyah, Bank BTN adalah badan publik yang wajib hukumnya untuk memenuhi panggilan persidangan Komisi Informasi. Juga, kata Tatang, tidak ada hak BTN menyimpulkan bahwa Komisi Informasi tidak berhak untuk menyidangkan perkara sengketa informasi yang melibatkan mereka.

"Yang kami lakukan ini amanat UU lho. Jadi jangan dianggap sepele dan semuanya mempunyai konsekuensi hukum nantinya," kata Tatang kepada wartawan seusai sidang.

Lalu bagaimana selanjutnya? "Dalam persidangan berikutnya kita langsung masuk kepada keputusan," jawab Tatang.

Melihat sikap membangkang dan perlawanan terhadap UU KIP itu, apakah ini berarti kesimpulan keputusannya Majelis Komioner KI Riau akan memutuskan untuk "memerintahkan Bank BTN memberikan informasi" seperti yang diminta pelapor?, tanya wartawan. 

"Semuanya tergantung pertimbangan dan kesimpulan dari setiap anggota majelis komisioner. Ini kan nantinya masing-masingnya akan menuliskan pertimbangan dan kesimpulannya. Dari situlah akan dilahirkan keputusan sidang," jawab Tatang.

Di samping itu, pihak pemohon dalam persidangan tadi pagi juga diminta untuk menyerahkan kesimpulan mereka terhadap sengketa informasi tersebut. "Kapan mereka menyerahkannya tergantung mereka. Semakin cepat, tentunya semakin cepat pula majelis komisioner untuk bersidang dan membuat keputusan," terang Tatang.

Dari referensi yang dihimpun wartawan, kasus sengketa informasi Bank BTN Pekanbaru ini mirip dengan kasus yang kini bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Madiun. Pejabat PPID jadi terdakwa gara-gara tidak memberikan informasi. 

Pejabat PPID tersebut adalah pejabat publik, yakni Camat Mejayan, Kabupaten Madiun. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 52 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata JPU Toto, Rabu 28 Februari 2018 silam dalam persidangan.

Proses kasus itu juga sama dengan yang kini dihadapi termohon Bank BTN Pekanbaru. Menolak memberikan informasi kepada pemohon, lalu kemudian menjalani persidangan sengketa informasi di majelis komsisioner KI Jawa Timur. Tapi, tidak mengindahkan keputusan sidang KI, sehingga pemohon meneruskannya ke PN setempat dan menjadikan termohon sebagai terdakwa di pengadian umum.

Apakah Bank BTN Pekanbaru akan bernasib sama dengan salah seorang pejabat publik di Jawa Timur itu? Kita tunggu saja sidang berikutnya. (rs1)
DIBACA : 380 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved