Minggu, 22 / April / 2018
Pelapor Anak Presiden Jokowi Resmi Ditahan, Polisi Membantahnya

| HUKRIM
Sabtu, 15 Juli 2017 - 14:52:34 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Setelah 12 jam diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Muhammad Hidayat S yang berstatus tersangka kasus ujaran kebencian, resmi ditahan. Pelapor anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep itu mengatakan dirinya dikriminalisasi oleh pemerintah.

Hidayat terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.00 WIB dengan menggunakan kemeja biru dan celana pendek. Dia dikawal beberapa polisi untuk dibawa dan diperiksa kesehatannya sebelum masuk ke ruang tahanan Mapolda Metro, Jaya, Jumat (14/11).

''Ini saya bilang, penahan ini adalah kriminalisasi dalam bentuk lain oleh penguasa yang zalim. Itu yang ingin saya katakan, tapi saya tentu punya hak untuk melakukan perlawanan hukum,'' ujarnya saat keluar dari gedung Direskrimsus Polda Metro Jaya, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Hidayat mengaku, selama berada di dalam ruang penyidikan, dirinya tidak diperiksa tapi langsung ditahan. ''Tidak ada pemeriksaan langsung ditahan. Jadi menurut saya polisi melakukan tindakan sewenang-wenang tanpa alasan yang cukup ya. Hanya menyebut kan saja kewenangan penyidik,'' tukasnya.

Hidayat menegaskan akan mengajukan perlawanan hukum atas penahanan tersebut, salah satunya melalui praperadilan. ''Salah satunya adalah upaya praperadilan di samping upaya-upaya lain,'' singkatnya.

Salah satu bentuk perlawanan yang dia ungkapkan adalah melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan dengan dugaan penghasutan. ''Saya sudah melaporkan Kapolda metro Jaya dugaan tindak pidana penghasutan ke Mabes Polri. Nanti kita lihat saja penanganannya seperti apa,'' ujarnya.

Di bagian lain, pihak kepolisian membantah telah melakukan penahanan terhadap Muhammad Hidayat Simanjuntak alias MHS, pelapor putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Alasannya, MHS bungkam selama menjalani pemeriksaan di kepolisian.

''Belum ditahan. Polisi ada waktu 24 jam untuk mengupayakan (Hidayat menjawab). Tersangka diperiksa diam saja, tidak mau jawab pertanyaan penyidik, tandatangan tidak mau, ditanya diam, berita acara penolakan diam,'' ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (15/7).

Saat ini, kata Argo, Hidayat masih menunggu kepastian penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam waktu 1x24 jam untuk menentukan penahanan dirinya. Dengan tidak pulangnya Hidayat, Argo memastikan kalau tersangka tidak berada di ruang tahanan.

''Ya tidak mungkin di ruang tahanan, intinya dia masih di Polda,'' katanya.

Seperti diberikan, Muhammad Hidayat Simanjuntak ditangkap polisi karena diduga mengunggah video berbau provokasi berupa unjuk rasa di depan Istana pada Jumat, 4 November 2016. Pada video tersebut, dia menyebutkan kalau Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan provokator terhadap peserta aksi untuk menangkap massa.

Dalam kasus tersebut, Hidayat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. (dri)

DIBACA : 290 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Jumat, 01 Mei 2015 - 17:12:31 WIB
Laju Pertumbuhan Penduduk Riau Jauh di Atas Rata-rata Nasional
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Senin, 02 Februari 2015 - 17:14:39 WIB
Januari 2015, Sudah Ratusan Proposal Beasiswa Masuk Ke Pemprov
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Minggu, 17 Mei 2015 - 11:16:54 WIB
Serial Langkah Kecil Menuju Baitullah (Edisi 1)
Jamuan Allah Bagi Tamu-Nya
Minggu, 24 Mei 2015 - 12:05:29 WIB
Subhanallah, Inilah Isi Ruangan Kabah di Tanah Suci Mekkah
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved