Jum'at, 20 / April / 2018
Tanpa Banyak Kata, Setya Novanto Penuhi Pemeriksaan KPK

| HUKRIM
Jumat, 14 Juli 2017 - 15:24:55 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Dia diperiksa untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong (AA).

Setya tiba di gedung KPK pukul 10.00 WIB. Dengan beberapa pengawal, dia masuk ke lobi gedung memberi komentar terkait pemeriksaannya. "Nanti saja yah," ujar Setya singkat sambil melambaikan tangan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebut kehadiran Setya Novanto hari ini sebagai panggilan ulang. Ini mengingat panggilan sebelumnya ketua umum Partai Golkar itu mangkir dengan alasan sakit.

Selain Setya, penyidik KPK juga memanggil sejumlah saksi, di antaranya keponakan Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung dan Muda Ikhsan Harahap.

''Dan hari ini penyidik mengagendakan pemeriksaan untuk empat saksi dalam kasus KTP elektronik untuk tersangka AA,''kata Febri, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Sebelumnya, sehubungan intensitas penyidikan kasus tersebut, dua minggu terakhir KPK memfokuskan memanggil saksi saksi dari pihak legislatif terkait proyek yang merugikan negara Rp 2.3 Triliun tersebut. Mantan ketua komisi II DPR; Agun Gunanjar, mantan wakil ketua Banggar DPR; Olly Dondokambey, serta mantan anggota komisi II DPR; Yasonna Laoly dan Ganjar Pranowo turut diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Andi Narogong.

Nama-nama yang hadir sebagai saksi juga termasuk dalam surat dakwaan dan tuntutan milik dua terdakwa sebelumnya, Irman; mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, dan Sugiharto; mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Kemendagri. Mereka disebut telah menerima sejumlah uang dari Andi Narogong sebagai kompensasi agar proyek e-KTP senilai Rp 5.9 Triliun bisa berjalan mulus.

Peran Andi menjadi sorotan saat nama Setya Novanto selalu dikaitkan dengannya. Selama proses persidangan sejumlah saksi mengatakan Andi Narogong diduga orang dekat ketua DPR tersebut. Bahkan dalam proyek e-KTP, Setya menjabat sebagai ketua fraksi Golkar saat itu menyerahkan urusan proyek kepada Andi, meski tidak ikut serta secara langsung dalam pengerjaan proyek tersebut.

Kesaksian terdakwa Irman menandaskan fakta tersebut dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. ''Saya diajak ke ruang ketua fraksi Golkar sama Andi. Saya diajak menemui Pak Setya Novanto,'' ujar Irman saat menyampaikan kesaksiannya sebagai terdakwa dalam sidang korupsi e-KTP di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/6) lalu.

Dia menceritakan maksud Andi menemui Setya untuk meminta kepastian soal pembahasan anggaran di DPR. "Pak Nov, bagaimana nih anggaran biar Pak Irman enggak ragu-ragu," kata Andi kepada Setya Novanto seperti disampaikan Irman dalam persidangan.

''Ini sedang kita koordinasikan. Perkembangannya nanti dengan Andi,'' jawab mantan ketua Fraksi Golkar saat itu.

Adanya pertemuan di ruang Setya menindaklanjuti kedatangan Andi ke kantor Irman guna membahas proyek yang akhirnya merugikan negara Rp 2,3 Triliun itu. Rencana kedatangan Andi sudah diketahui Irman setelah dipanggil mantan ketua Komisi II DPR, Burhanudin Napitupulu dan menjelaskan pengerjaan proyek tersebut butuh perhatian kepada komisi II DPR. Perhatian dalam pembahasan ini diakui Irman adalah permintaan uang sebagai pelicin agar pengerjaan proyek bisa lancar. (dri)


DIBACA : 268 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Jumat, 01 Mei 2015 - 17:12:31 WIB
Laju Pertumbuhan Penduduk Riau Jauh di Atas Rata-rata Nasional
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Senin, 02 Februari 2015 - 17:14:39 WIB
Januari 2015, Sudah Ratusan Proposal Beasiswa Masuk Ke Pemprov
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Minggu, 17 Mei 2015 - 11:16:54 WIB
Serial Langkah Kecil Menuju Baitullah (Edisi 1)
Jamuan Allah Bagi Tamu-Nya
Minggu, 24 Mei 2015 - 12:05:29 WIB
Subhanallah, Inilah Isi Ruangan Kabah di Tanah Suci Mekkah
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved