Selasa, 15 / Oktober / 2019
Senin, 14 Oktober 2019 - 09:18 WIB
Seorang Kepala Desa Ditangkap Polisi
Minggu, 13 Oktober 2019 - 23:05 WIB
Setelah Diselimuti Asap Tebal, Pekanbaru Kini Kebanjiran
Pendemo Desak KPU Pekanbaru Tindaklanjuti Laporan Dugaan Suap KPPS dan Anggota DPRD

| POLITIK
Jumat, 05 Juli 2019 - 11:38:35 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Massa dari Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) demonstrasi di gedung KPU Kota Pekanbaru, Kamis (4/7). Mereka mendesak KPU menindaklanjuti laporan dugaan suap yang dilakukan anggota DPRD Riau inisial NJ terhadap salah seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

''KPU harus ikut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelanggaran Pemilu 2019 yakni menyelidiki hingga tuntas dugaan suap itu,'' ujar Koordinator aksi, Fauzi, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Fauzi menilai, dugaan suap yang dilakukan NJ kepada petugas KPPS merupakan pelanggaran pemilu dan pidana. Dalam kasus ini, NJ juga telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru.

KPU Pekanbaru diminta melakukan proses secara administratif terhadap ketua KPPS berinisial IR. Ketika itu, IR bertugas di kelurahan Pesisir Kecamatan Limapuluh dan diduga menerima suap dari NJ.

''Kita minta KPU Pekanbaru memproses sesuai dengan perundang undangan. Saat ini kami melihat KPU Pekanbaru masih diam dan tidak melakukan tindak panjut permasalahan ini,'' jelasnya.

Fauzi dan mahasiswa lainnya mendukung kerja profesional dan jujur komisioner KPU Kota Pekanbaru. Fauzi menegaskan, jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, mereka akan datang dengan jumlah pendemo yang lebih besar.

Saat unjuk rasa, pendemo menunjukkan diduga barang bukti berupa foto percakapan via pesan WhatsApp dari JN ke IR. Barang bukti itu juga telah diserahkan ke polisi.

Sementara itu, Ketua KPU Pekanbaru Anton Merciyanto mengatakan sudah mendapatkan informasi dugaan suap itu sejak lama. Bahkan juga sudah rekomendasi ke Bawaslu.

Sebab, kata Anton, kejadian itu merupakan tindakan pidana dan KPU tidak berwenang di ranah tersebut. ''Kita hanya bisa menangani kode etik saja. Dan itu sudah kita lakukan,'' kata dia.

Selain itu, KPU Pekanbaru juga telah memutuskan bahwa IR selaku terlapor terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Untuk itu, Ia dikenakan sanksi peringatan tertulis. ''Kita sudah sampaikan tembusan kepada pihak-pihak bersangkutan,'' ucapnya.

NJ yang kembali maju sebagai caleg DPRD Riau dari Partai Demokrat itu, hingga kini belum diperiksa. Namun polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut.

''Iya benar dilaporkan,'' ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaluddin Rabu (26/6).

Polisi membutuhkan sejumlah bahan dan keterangan saksi untuk meningkatkan kasus tersebut. ''Saat ini kita masih melakukan Pulbaket dulu. Nanti apakah delik aduan ini apakah terpenuhi unsur pidana atau tergantung pada hasil penyelidikan,'' kata Awal.

Jika keterangan dari saksi dirasa cukup, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka. (dri)


DIBACA : 190 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved