Selasa, 20 / 08 / 2019
RJCI Desak KPU Penuhi Hak Warga Riau Tak Mencoblos karena Surat Suara Habis

| POLITIK
Rabu, 17 April 2019 - 17:43:28 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM- Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) mempertanyakan kurangnya surat suara yang disediakan sehingga menyebabkan banyak warga Riau tidak dapat mencoblos dalam pemilu serentak, Rabu (17/4/2019). RJCI memperkirakan ribuan masyarakat gagal menunaikan hak politiknya karena tidak mencukupinya surat suara yang dialokasikan ke TPS.

"Baru kali ini terjadi kekurangan surat suara dalam jumlah yang besar, massif dan merata di hampir semua TPS. Ini menimbulkan tanda tanya kita. Padahal, warga begitu antusias dalam menunaikan hak politiknya, tapi KPU di Riau tidak siap," kata Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto, Rabu siang.

Raya menegaskan, RJCI yang membentuk satuan pengawas TPS menerima laporan langsung dari masyarakat yang ditolak oleh petugas KPPS saat akan mendaftarkan diri. Petugas KPPS berkilah kalau surat suara tidak mencukupi sehingga petugas tersebut menolak untuk menerima pendaftaran dari masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang ditolak mencoblos merupakan pemilih yang menggunakan KTP elektronik dan surat pindah memilih (A5).

"Aneh sekali petugas berani menolak warga untuk mendaftar ingin mencoblos. Penolakan petugas ini telah merugikan hak politik masyarakat. Bahkan, ini berpotensi ada jeratan unsur pidana karena menghalang-halangi warga negara untuk menggunakan hak politiknya," tegas Raya.

Ia menegaskan, hal lain yang amat dikeluhkan adalah banyaknya warga yang tidak mendapat surat undangan memilih (C6) dari KPPS. Padahal, banyak warga yang sudah tinggal di daerah tempatnya mencoblos sejak beberapa tahun lalu.

"Anehnya, baru tahun lalu di Riau menggelar pilgubri dan mereka masuk dalam DPT, tapi mengapa dalam pilpres nama mereka hilang dari DPT. Ini tragedi politik dan pemberangusan hak politik namanya," tegas Raya.

RJCI tegas Raya membuka posko pengaduan warga yang tidak bisa mencoblos dan ditolak petugas KPPS karena alasan surat suara habis. Sejauh ini, laporan yang masuk berasal dari Kota Pekanbaru, Kampar, Bengkalis dan kabupaten lainnya.

Raya mengingatkan agar KPU Riau bertanggungjawab atas buruknya pelaksanaan pemilu tahun ini. Ia juga meminta agar KPU Riau memulihkan hak politik warga Riau yang hilang kesempatan karena surat suara yang tidak tersedia.

"KPU harus mengupayakan adanya kebijakan khusus agar warga Riau yang tidak mencoblos akibat surat suara yang tidak tersedia dapat menunaikan hak politiknya. Karena ini murni human error pelaksana pemilu, padahal warga amat antusias mengikuti pemilu," pungkas Raya. (*/rs1)
DIBACA : 121 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved