Sabtu, 23 / Maret / 2019
Warga Pekanbaru Desak Pengadilan Percepat Proses Hukum Caleg Berstatus Terpidana

| POLITIK
Jumat, 07 Desember 2018 - 17:00:31 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Calon legislatif Kabupaten Siak dari Partai Hanura yang berstatus terpidana, Nelson Manalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru terkait kasus penghasutan yang membelitnya. Sebelumnya, dia divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Siak pada Oktober lalu.

''Berkas bandingnya masih ditelaah hakim. Jika nantinya perlu ditahan untuk kepentingan pemeriksaan, bisa saja dilakukan,'' ujar Petugas Pelayanan Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Nurokhim, Kamis (6/12), sebagaimana dilansir merdeka.com

Tak hanya Nelson yang mengajukan banding, Jaksa Penuntut Umum Kejari Siak juga melakukan hal yang sama. Sebab jaksa merasa tidak puas dengan keputusan hakim. Awalnya Jaksa menuntut Nelson dengan pidana penjara 18 bulan, namun hakim justru memvonis hanya satu tahun.

Seiring jalannya upaya hukum banding itu, puluhan mahasiswa bersama warga yang tergabung dalam Forum Peduli Keadilan (Fordudi) Riau, demonstrasi di Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Riau.

Mereka meminta agar hakim PT memberikan kepastian hukum terhadap Nelson, yang kini maju sebagai calon legislatif di DPRD Kabupaten Siak.

''Kami meminta agar hakim mempercepat proses hukum perkara ini, sehingga saudara kami Nelson Manalu secepatnya punya kepastian hukum. Dengan begitu, kami masyarakat Siak bisa menentukan sikap, apakah beliau layak kami pilih atau tidak pada Pemilu Legislatif 17 April 2019 mendatang,'' kata Koordinator Fordudi, Reno Febriyan.

Nelson sudah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penghasutan, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 160 KUHPidana. Kasus ini bermula pada tanggal 19 dan 20 April 2016, saat itu Nelson bersama sejumlah masyarakat sempat menghentikan kendaraan yang membawa TBS Sawit ke PT Guna Agung Semesta (GAS).

Dalam amar tuntutan jaksa, Nelson mengancam sopir akan memecahkan kaca mobil yang akan masuk ke dalam perusahaan di Jalan Datuk 50 KM 86 Simpang Pipa Kandis Kabupaten Siak.

Akibat ancaman itu, perusahaan berhenti beroperasi dan mengalami kerugian. Perusahaan kemudian melaporkan Nelson dan sejumlah orang ke Polda Riau, dengan laporan polisi LP/302/V/2016/SPKT/Riau, tertanggal 17 Mei 2016. Hingga akhirnya Nelson diseret ke pengadilan oleh jaksa.

Nelson divonis setahun penjara oleh Majelis PN Siak pada Oktober 2018. Tak puas, Nelson mengajukan banding, dan berkasnya saat ini sedang di telaah oleh hakim. Namun dia tidak ditahan oleh hakim. Sebab, penahanan Nelson masih menunggu hasil telaah.

''Kami juga minta kepada intansi terkait, termasuk Pengadilan Tinggi untuk menyuarakan dalam rangka evaluasi aturan peserta Pemilu Legislatif, yakni mereka yang tersandung hukum dengan status tersangka atau terdakwa. Untuk dipertimbangkan lolos menjadi calon peserta Pemilu, baik untuk peserta Pemilu Legislatif, Calon Bupati/Wali Kota, calon Gubernur sampai Presiden, karena dengan status tersangka atau terdakwa yang masih disandang, kelak akan membingungkan dan merugikan masyarakat pemilih,'' katanya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Jalaludin meminta agar masyarakat menghormati proses hukum yang kini sedang berjalan. Ia mengatakan meski sudah ada vonis di PN Siak, namun hal itu tidak menghilangkan hak politiknya untuk menjadi caleg DPRD.

''Hak yang bersangkutan masih dilindungi oleh Undang-Undang, karena belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, dan hak politiknya belum ada dicabut,'' ujarnya. (dri)


DIBACA : 313 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved