Minggu, 22 / Juli / 2018
Minta ASN Netral di Pilkada, Begini Imbauan Pjs Bupati Inhil

| PEMKAB INHIL
Senin, 26 Februari 2018 - 21:34:13 WIB
TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM - Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir Rudyanto SH MSi meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Indragiri Hilir bersikap netral di ajang Pilkada serentak 2018, khusus di Provinsi Riau Pemilihan Gubernur Riau dan Pemilihan Bupati Indragiri Hilir.

"Aturannya kan jelas, ASN wajib menjaga netralitasnya. Bahwa secara personal dia punya hak pilih, itu hak yang bersangkutan sebagai salah satu wajib pilih, tapi dalam posisi sebagai ASN yang bersangkutan wajib netral," ucapnya.

Rudyanto menitip harapan ke seluruh masyarakat menjaga momentum politik agar tidak tercipta polarisasi yang bisa mengakibatkan perpecahan. "Ini momentum bagi kita melaksanakan politik santun dan politik tidak harus memecah-belah masyarakat. Pilkada ini hanya salah satu media demokrasi yang harus kita lalui dalam melahirkan pemimpin," tuturnya.

Dia juga berharap agar seluruh pasangan calon, tim pemenangan, dan partai politik, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu senantiasa melakukan sosialisasi dengan damai, bermartabat, sehingga kualitas Pilkada bisa berjalan sesuai harapan.

Terkait menjunjung asas netralitas dimaksud maka selaku Pjs Bupati Inhil, Rudyanto langsung memimpin rapat koordinasi bersama KPUD Inhil dan Panwaslu Inhil serta sejumlah pejabat di Pemkab Inhil, di Kantor Bupati Inhil, Senin (26/2/2018). Tampak hadir Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam,
Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Andrian Siregar, Forkopimda, Sekda Inhil Said Syarifuddin, dan Ketua KPUD Inhil Suhadi.

Rapat koordinasi juga membahas tentang pelarangan bagi ASN berdasarkan peraturan Bawaslu yang diimplementasikan oleh Panwaslu, dan hal-hal yang berkenaan dengan tugas dari masing-masing instansi Pemerintah Daerah dalam konteks pelaksanaan Pilkada serentak.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panwaslu Inhil Andang Yudiantoro memberikan gambaran tentang netralitas yang harus dijaga ASN dalam Pilkada. Netralitas ASN dapat ditunjukkan mulai dari hal terkecil seperti keikutsertaan ASN tersebut dalam kegiatan yang dihadiri oleh salah satu pasangan calon.

"Bukan tidak boleh hadir, silakan hadir. Hanya setelah itu, ASN jangan 'mengekor' atau menggandeng terus paslon tersebut. Padahal, acara yang dihadiri sudah selesai," jelas Andang yang sekaligus menjawab berondongan pertanyaan.

Andang mengatakan, setiap pasangan calon tidak dilarang mengundang ASN hadir dalam kegiatan pribadi sepanjang tidak berbau kampanye. "Misalnya, salah satu paslon mengadakan yasinan atau aqiqah. Silakan kalau mau mengundang ASN. Tidak dilarang karena sifatnya pribadi dengan catatan tidak mengandung unsur kampanye," urainya. (rs1)

DIBACA : 468 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved