Jum'at, 21 / Juli / 2017
Ini yang Diminta Bupati Inhil Saat Hadiri Suluk Khalwat Thariqat di Concong

| PEMKAB INHIL
Selasa, 25 April 2017 - 18:47:43 WIB
TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Muhammad Wardan, menutup Suluk Khalwat Thariqat Nagsabandy ke-27 di Desa Kampung Baru, Kecamatan Concong. Wardan meminta masyarakat mendoakan Negeri Seribu Parit jadi lebih maju lagi.

Kegiatan itu sudah berlangsung selama 10 hari. "Saya bersyukur diberi kesempatan duduk bersama pengikut Tharekat Nagsabandy. Doakanlah Inhil menjadi lebih maju, masyarakat hidup rukun dan makmur," pinta Wardan, Minggu (23/4/2017).

Dikatakannya, kegiatan ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia berharap peran serta guru Tarekat Nagsabandiyah dalam menjaga keharmonisan beragama dan dapat membuat situasi nyaman di masyarakat.

Menurut Wardan, dari tahun ke tahun peserta Suluk Khawat Thariqat Nagsabandy terus bertambah. Ini membuktikan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda  yang ingin daerah Inhil menjadi lebih maju.

''Berbahagialah bapak dan ibu melaksanakan suluk/khalwat ke-27 ini, mudah-mudahan dapat hati yang bersih, hati yang suci dan mendekati diri kepada Allah SWT. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan atau panggilan ini,'' ucap Wardan, sebagaimana dilansir halloriau.com.

Pemkab Inhil, ujar Wardan, sangat berharap peran serta para guru Tharekat Naqsyabandiyah dalam menjaga keharmonisan beragama dan dapat membuat situasi nyaman, sehingga program pembangunan dan visi dapat terwujud dengan cepat.

Wardan yakin, doa para guru dan pengikut Suluk Tharekat Naqsyabandiyah akan didengar Allah SWT. ''Doakanlah Inhil agar menjadi semakin maju,'' ulang Wardan.

Majelis Guru Pembimbing Suluk Khalwat Thariqat Naqsabandyah Desa Kampung Baru, H Asmir Awang, menjelaskan, suluk artinya mengamalkan ilmu tariqat yang telah diberikan, memilih sifat yang baik dan membuang jauh-jauh sifat yang tidak baik.

Khalwat artinya mengadakan amaliyah di suatu tempat yang ditentukan sesuai berapa lamanya dapat bersuluk khalwat. Ada dilaksanakan 10 hari, 20 hari, 40 hari. ''Di Desa Kampung Baru ini, suluk dilaksanakan 10 hari. Kegiatan ini  dilaksanakan satu tahun sekali,'' kata Asmir Awang.

Asmir Awang menceritakan, suluk sudah dilaksanakan sejak tahun 1990 ketika itu dipimpin oleh Almahrum Ustaz Muhammad Amin Bin Gafar. Menurut cerita, AUstadz Muhammad Amin Bin Gafar ada sangkut paut hubungannya dengan Bupati Wardan.

''Setelah 27 tahun Suluk/khalwat yang di Kampung Baru, baru kali ini Bupati Inhil menyempatkan diri untuk datang. Tentunya ini suatu kebanggaaan yang luar biasa bagi kami,'' ungkap Asmir Awang.

Ia menyampaikan,  jumlah peserta suluk/khalwat sebanyak 52 orang. Rinciannya, 24 laki-laki dan 28 perempuan.

Peserta berasal dari Concong, Enok, Tembilahan, Batam, Durai, Bintan, dan Kuala Kampar.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil. Kegiatan berlangsung sederhana dan khidmat. (dri)




DIBACA : 172 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved