Kamis, 20 / 09 / 2018
Kemilau Riau yang Galau

| JENDELA
Selasa, 16 Agustus 2016 - 19:26:47 WIB
PROVINSI Riau baru saja merayakan hari jadi yang ke-59, yang puncaknya dilaksanakan pada Selasa (9/8/2016); yang kemudian disusul dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI (Republik Indonesia), yang puncaknya dilaksanakan pada Rabu (17/8/2016), yang biasanya dimeriahkan dengan seabreg kegiatan.
   
Itu artinya, masyarakat Riau kembali disuguhkan dengan aneka kegiatan yang sarat dengan muatan seremoni yang dipertontonkan ke publik. Sejumlah pejabat yang  hilir-mudik dengan berjas-berdasi, satu misal, atau ibu-ibu yang bersanggul dan berkonde tebal menggunung, akan atau malah sudah tampak lalu-lalang untuk menuju tempat-tempat tertentu.
   
Juga akan ada pawai, pameran, karnaval, malam hiburan, dan segudang kegiatan lainnya, yang ke semuanya hendak menyiratkan satu hal: Riau sebagai sebuah daerah otonom, bahagian tak terpisahkan dari NKRI; sejalan dengan peringatan hari jadi ke-59 dan HUT RI ke-71, sudah tampil sebagai sebuah daerah yang maju, kaya, jaya, gemah ripah loh jinawi.

Sesuatu yang masuk akal, sebenarnya. Di usia provinsi ini yang suda 59 tahun, apalagi usia kemerdekaan RI yang sudah 71 tahun, wajar saja semua mimpi anak negeri sudah berwujud dalam kenyataan. Apalagi, sebagai sebuah provinsi yang sudah tergolong ''berumur'', dari segi potensi sumber daya alam, kurang apa Riau?

Disebut ''di atas minyak, di bawah minyak,'' Riau termasuk satu di antara tidak banyak provinsi di republik ini yang menyandang predikat sebagai daerah yang kaya-raya. Sumur minyaknya yang tak henti-hentinya mengucurkan minyak, sudah memberi kontribusi yang tidak sedikit, termasuk bagi Indonesia. Hamparan perkebunan kelapa sawit juga membentang begitu luas, yang bila dilihat seperti sesayup-sayup mata memandang, karena memiliki luas dalam itungan jutaan hektare.

Tapi apa yang dilihat masyarakat pada setiap perayaan hari besar kenegaraan atau daerah, yang berlangsung dalam siklus sekali setahun, belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Karena di tengah Riau yang kemilau, yang cemerlang dan terbilang, sejatinya masih menyimpan begitu banyak galau.

Galau yang bersumber dari sejumlah realitas empiris. Galau yang juga seakan belum usai-usainya, kendati sudah terjadi beberapa kali pergantian di pucuk pimpinan daerah. Rasa galau yang sering menyeret pemikiran banyak orang lari pada satu pertanyaan: seberapa serius penguasa negeri berupaya untuk mengatasi sejumlah persoalan mendasar yang seakan sudah akut itu?

Persoalan listrik dan ancaman kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan, untuk menyebut beberapa contoh. Begitu kaya Riau dengan sumber energi dengan berbagai jenisnya itu, maka akan menjadi satu ironi kalau sejauh ini Riau masih dihadapkan dengan keterbatasan energi listrik. Sebuah kondisi yang sering menghambat aktivitas anak negeri, yang sejauh ini juga belum mampu dicarikan sebuah solusi yang komprehensif.

Keterbatasan daya listrik untuk kondisi sekarang ini tidak lagi bisa dipandang sekadar menghambat aktivitas sosial masyarakat. Lebih dari itu, begitu banyak kegiatan yang terhalang oleh daya listrik yang rendah, di mana sebagian di antara kegiatan itu memiliki nilai ekonomi.

Kabut asap yang bersumber dari karhutla juga diharapkan jangan dipandang dengan sebelah mata. Kendati tidak separah tahun-tahun sebelumnya, tapi gelagat Riau akan kembali dikepung kabut asap sudah mulai tampak. Titik-titik api sudah mulai bermunculan dari sejumlah tempat. Dari hari ke hari biang penyebab kabut asap kian membesar, yang menyulut keprihatinan yang mendalam.

Begitu sulitkah memecahkan persoalan karhutla sehingga persoalan itu menjadi ''PR'' yang selalu muncul setiap musim datang kemarau? Begitu tidak mudahkah untuk menjadi biang penyebabnya sehingga seolah terjadi ''pembiaran,'' untuk kemudian ''membiarkan'' juga sejumlah kepentingan publik yang begitu luas dikorbankan untuk itu?
   
Jawabannya, sebagian besar ada di hati nurani para penguasa negeri.***

DIBACA : 1574 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved