Senin, 10 / Desember / 2018
Ironisme ''Kota Sampah''

| JENDELA
Senin, 13 Juni 2016 - 10:29:11 WIB
MENYANDANG predikat sebagai Kota Adipura, bahkan lambang supremasi kota terbersih di Indonesia itu sudah direbut beberapa kali --terbanyak di zaman Walikota Herman Abdullah--; menjelang bulan suci Ramadhan Pekanbaru ditaburi sampah di mana-mana, di hampir seluruh penjuru kota, yang membuat kota ini layak mendapat predikat baru sebagai ''Kota Sampah.'' Ini memang sebuah ironisme.

Karena kasus sampah itu menyeruak di pas akhir masa jabatan Firdaus sebagai Walikota Pekanbaru, menyusul dengan akan diselenggarakannya helat politik bernama pemilihan walikota di Pekanbaru pada Februari 2017 mendatang; bisa saja ada pihak yang mengait-ngaitkan, dan menuding realitas yang terjadi belakangan sarat dengan muatan politis.

Tapi terlepas dari persoalan bernuansa politis, kasus taburan dan serakan sampah yang menghiasi hampir semua sudut Pekanbaru sampai hari ini, tak pelak membuat kondisi tak nyaman bagi para pihak, terutama bagi mereka yang hari-hari menjalani hidup dan kehidupan di Pekanbaru. Masalahnya, tentu saja tidak sebatas pemandangan yang rusak, lebih dari itu --bahkan ini yang tergolong mendasar-- ancaman bagi kesehatan warga kota.

Belum lagi bila disangkutkan dengan imej kota, yang menyandang predikat terlalu banyak, dan belakangan dikatakan sedang menuju kota metropolitan yang madani. Sebuah gelar atau predikat yang mentereng, memang. Persoalannya, apakah tujuan yang begitu ''megah'' itu bisa direbut kalau persoalan yang terbilang sepele seperti sampah tidak tertuntaskan dengan baik?

Terlepas dari persoalan siapa yang bersalah dalam konteks kasus seperti ini, Pemko Pekanbaru di bawah duet kepemimpinan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi akan tetap ditempatkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, baik dalam menuntaskan persoalan yang terjadi belakangan, termasuk juga bagaimana upaya menata kembali manajemen pengelolaan sampah di kota ini.

Kasus sampah yang terjadi di Pekanbaru belakangan ini juga membuat banyak orang bertanya-tanya tentang substansi yang hendak dicapai dari upaya merebut Piala Adipura yang sudah begitu banyak direnggut oleh kota ini, baik di zaman Wako Herman Abdullah maupun Wako Firdaus. Kalau substansinya berupa terciptanya tata kelola manajemen persampahan yang baik, dipastikan kasus yang mengemuka belakangan ini tidak akan pernah terjadi.

Sebab, dari manajemen tata kelola persampahan yang baik, yang bekerja adalah sistem. Melalui sistem yang sudah tertata sedemikian rupa, maka sudah terbentuk mekanisme yang baku bagaimana mengelola sampah yang ada di kota ini, termasuk juga bagaimana upaya mengelola sampah menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi.

Tapi kalau upaya merebut Piala Adipura hanya dimaksudkan untuk kepentingan jangka pendek dengan perspektif tujuan yang amat dangkal, maka apa yang seharusnya tidak terjadi, malah menjadi realitas yang harus diterima: Pekanbaru menyandang predikat sebagai kota peraih Adipura, tapi sampah malah berserakan dan bertaburan di mana-mana. Sungguh ironis, dan ther lah luh! ***

DIBACA : 2419 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved