Kamis, 20 / 09 / 2018
Menekan Angka Korupsi di Riau

| JENDELA
Selasa, 19 April 2016 - 08:26:27 WIB
DENGAN sangat tidak bangga, Provinsi Riau harus rela menempati posisi puncak secara nasional dalam sejumlah bidang. Di luar kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan --yang syukurlah, di 2016 kasusnya menurun drastis--, ''kemenjulangan'' lain yang berhasil diraih daerah ini adalah di bidang tindak pidana korupsi alias sejumlah perbuatan yang ''senafas'' dengan itu seperti suap, dan sejenisnya.

Kasus korupsi di Riau makin menggurita manakala melibatkan begitu banyak pejabat pengambil keputusan, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif. Catat saja, berapa banyak kepala daerah (baik gubernur atau bupati) di Riau yang terjerat kasus korupsi, yang sebagian di antara kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Belum lagi pejabat selevel sekda (sekretaris daerah), kepala badan/dinas, dan lainnya.

Seakan tak mau kalah, jumlah pelaku tindak pidana korupsi dari kalangan legislatif juga tidak kalah banyaknya, baik yang berasal dari kalangan DPRD Provinsi Riau maupun para unsur pimpinan DPRD di sejumlah kabupaten/kota di Riau.  Angka yang diduga dikorupsi atau yang dipastikan dikorupsi oleh para wakil rakyat itu juga sering mengundang ketakjuban, karena melibatkan nilai nomimal rupiah yang tidak sedikit.

Kabar terbaru yang tak kalah menyentakkan adalah manakala KPK menetapkan dua tersangka baru dugaan tindak pidana suap dari Riau, yaitu Johar Firdaus dan Suparman. Keduanya disangkakan melakukan tindak pidana suap dalam kapasitas yang tak tanggung-tanggung, yaitu sebagai Ketua DPRD Riau, sebuah lembaga yang merupakan representasi masyarakat Riau. Nama yang disebut terakhir bahkan sudah ditetapkan sebagai Bupati Rokan Hulu terpilih, dan "anehnya" ditunda pelantikannya oleh Mendagri pada Selasa (19/4/2016) hari ini dengan alasan tidak patut karena Suparman berstatus tersangka korupsi.

Ketika semua unit dan level pemerintahan di Provinsi Riau sudah dijangkiti virus ganas yang bernama korupsi, suap, dan sejenisnya, lembaga pemerintahan mana lagi di daerah ini yang bisa dipercaya mengemban amanah masyarakat, yang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari terjauh dari perbuatan yang tercela itu?
 
Sebuah pertanyaan yang tidak gampang dijawab, memang. Sama halnya dengan menjawab pertanyaan: kapan korupsi benar-benar hapus dari bumi Riau?

Saking seriusnya penyakit korupsi di Riau, sampai-sampai Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Riau sebagai salah satu daerah yang termasuk zona merah korupsi, dan mengutus wakil ketuanya, Saut Situmorang, untuk bertandang ke Riau guna menandatangani MoU (memorandum of understanding) pemberantasan korupsi dengan semua kepala daerah, mulai dari level gubernur sampai ke bupati/walikota di Riau.

Selain membuat kesepakatan dengan seluruh kepala daerah, lembaga antirasuah tersebut juga segera berkantor di Pekanbaru, terutama dimaksudkan dalam rangka mengoptimalkan upaya pencegahan tindak korupsi di provinsi yang tergolong rawan penyimpangan uang negara tersebut. ''Kami berlima (para pemimpin KPK.red) sering mendiskusikan itu. Rencana membuat perwakilan di daerah yang sempat terhenti akan segera direalisasikan,'' tutur Saut usai memimpin kegiatan membuat komitmen pencegahan korupsi bersama Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan seluruh bupati dan walikota di Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu (12/4/2016).

Seberapa efektif sejumlah langkah KPK untuk menekan angka tindak pidana korupsi di Riau? Hanya perjalanan waktulah yang akan mampu menjawab pertanyaan ini. Tapi satu hal yang pasti, harapan berkurangnya --kalau tak mungkin terhapus-- perilaku koruptif di daerah ini memang sudah lama menjadi harapan dan keinginan masyarakat, karena itu erat kaitannya dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketika Riau diberkahi dana berlimpah, buah dari kekayaan alam dan imbas penguatan otonomi daerah, masyarakat berharap kondisi itu berdampak terhadap kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat secara merata. Bagaimana pun, sebagai pemilik sah Riau, masyarakat dari berbagai elemen juga berhak atas semua yang dimiliki oleh daerah ini. Julukan sebagai penghuni daerah kaya sangat tak diharapkan hanya sebagai kata-kata kosong kehilangan makna, tapi tercermin dalam realitas di tengah kehidupan masyarakat.

Tapi, manakala perilaku koruptif belum bisa ditekan sedemikian rupa, apa yang menjadi harapan akan sulit berwujud kenyataan karena banyak hal yang seharusnya menjadi hak dan milik masyarakat, justru "ditilep" secara melawan hukum oleh mereka yang diberi amanah oleh masyarakat, negara dan daerah untuk mengurus sejumlah urusan publik.

Kalau sudah demikian, berita media massa di Riau ke depan bukan soal angka kemiskinan yang berhasil ditekan, atau pemerataan pembangunan yang semakin membaik, atau Riau yang semakin menonjol di berbagai bidang pembangunan; tapi justru daftar terduga tindak korupsi dan suap yang semakin panjang. Panjaaang sekaleee!***

DIBACA : 1759 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved