Senin, 18 / November / 2019
Wagubri Hadiri Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi di Pelalawan

| PEMPROV. RIAU
Kamis, 10 Oktober 2019 - 23:46:14 WIB
PANGKALAN KERINCI, RIAUSATU.COM-Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution hadir sekaligus membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi “Strategi Dan Kebijakan Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi Di Provinsi Riau”. di Kantor Bappeda Lt.2 Gedung Pembaharuan – Kab. Pelalawan.

Pada FGD ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan, Wakil Bupati Inhil, Kepala Puslitbangnak Kementerian Pertanian, Kepala Bapeda Kabupaten Pelalawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Direktur Kepala Unit di lingkungan Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi serta Narasumber dan undangan yang turut hadir.

Wagubri mengatakan bahwa Pengembangan perkebunan kelapa sawit secara masif terjadi di Provinsi Riau sejak tahun 1980-an, yang didukung dengan kesesuaian agroklimat, permintaan pasar global, dan adanya kebijakan pemerintah. Sejalan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendorong perkembangan industri kelapa sawit dalam bentuk penguatan infrastuktur, peluang pasar, regulasi kebijakan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.

H Edy Nasution juga mengatakan Selain fokus di dunia perkebunan sawit, Riau juga terus berupaya meningkatkan peternakan sapi untuk mencapai target populasi sapi yang memadai sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging secara mandiri dan selanjutnya menjadi daerah pemasok daging sapi nasional, walaupun hingga saat ini Riau masih mendatangkan kebutuhan produksi daging dari Provinsi tetangga.

Untuk menanggulangi kondisi turunnya tingkat produktivitas ternak, perlu dilakukan upaya yang serius dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada khususnya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan, imbuhnya.

Sistem integrasi tanaman-ternak adalah intensifikasi sistem usaha tani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha, ujarnya.

Ada Tiga faktor penting dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di suatu wilayah, yaitu faktor teknis, sosial, dan ekonomis. Pertimbangan teknis mengarah kepada kesesuaian pada sistem produksi yang berkesinambungan, ditunjang oleh kemampuan manusia dan kondisi agroekologis. Pertimbangan sosial meliputi penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ternak tanpa menimbulkan konflik sosial. Pertimbangan ekonomis mengandung arti bahwa ternak yang dipelihara harus menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta bagi pemeliharanya sendiri.

Wagubri mempunyai harapan besar dengan diselenggarakannya FGD ini agar dapat memberikan kontribusi dapat menghitung potensi limbah perkebunan sawit dalam mendukung penyediaan pakan ternak, mengidentifikasi permasalahan dalam penerapan sistem integrasi sawit-sapi dan menyusun strategi peningkatan pemanfaatan produk perkebunan sawit bagi sistem integrasi sawit-sapi.

Semoga dengan adanya Focus Group Discussion pada hari ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di Provinsi Riau, ujarnya mengakhiri. (rls)

DIBACA : 100 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved