Jum'at, 19 / Oktober / 2018
Pemprov Cepat Sifting, Langkah Strategis untuk Menyelamatkan Pertumbuhan Ekonomi Riau

| PEMPROV. RIAU
Selasa, 08 Mei 2018 - 12:08:26 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Dalam sejarahnya sebagai provinsi otonom, Riau pernah mengalami laju pertumbuhan ekonomi terburuk. Pada 2015, pertumbuhan ekonomi daerah ini hanya tercatat bertengger pada angka 0,22 persen. ''Tapi itu bukan lantaran ketidakmampuan kita, melainkan karena faktor eksternal,'' ujar Rahmad Rahim.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau itu, pada 2015 itu siapa pun yang menjadi kepala daerah di Riau dipastikan tidak akan mampu menyelamatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah ini. ''Karena yang menjadi pemicu utama merosotnya laju pertumbuhan ekonomi Riau adalah anjloknya harga minyak bumi di pasar dunia, ditambah sawit,'' katanya, Selasa (8/5/2018).

Kalau pada 2016 laju pertumbuhan ekonomi Riau bergerak ke arah positif, dan sudah mencapai 2,23 persen, menurut Rahmad, penyebabnya karena Pemprov Riau cepat melakukan sifting (pergantian atau pergeseran, red) ke sejumlah sektor riil, terutama kepariwisataan. ''Para pengambil kebijakan di daerah ini kala itu cepat melakukan recovery, dan tak mau terpaku dengan kondisi yang ada,'' tandasnya.


Recovery yang kemudian dilanjutkan sifting ke sejumlah sektor riil yang dilakukan pemprov kala itu, menurut Rahmad, tergolong cepat membuahkan hasil, terutama terlihat pada laju pertumbuhan ekonomi, yang semula 0,22 persen naik menjadi 2,23 persen. ''Kalau bagi orang lain recovery mungkin membutuhkan waktu 3-4 tahun, bagi Riau setahun saja sudah menampakkan hasil,'' terangnya. ''Langkah itu dilakukan justru di tengah kondisi keuangan daerah yang makin menurun.''

Selain pariwisata, sejumlah sektor lain yang diharapkan sebagai andalan baru perekonomian Riau antara lain meliputi perikanan, kelautan, pertanian, dan lainnya. ''Saat itu kita memang mem-push sektor-sektor baru tersebut,'' tambah mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau itu.

Optimalisasi sektor pariwisata, satu misal, memang tidak dilakukan dengan setengah hati. Sejumlah iven pariwisata berskala internasional yang digelar di Riau, seperti Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir dan Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, mendapat dukungan yang memadai dari Pemprov Riau.

''Karena kita berkeyakinan, imbas dari kesuksesan penyelenggaraan iven wisata berskala internasional itu bagi Riau tidak sedikit,'' beber Rahmad. ''Coba, berapa turis asal Tiongkok yang datang ke sini? Bisa pula dipastikan, dengan iven seperti Bakar Tongkang dan Perang Air para turis asal Tiongkok dari seluruh penjuru dunia akan berkunjung ke Riau,'' ia menambahkan.

Diakui Rahmad, dari sektor ini uang tidak langsung masuk menjadi PAD (pendapatan asli daerah), melainkan langsung bergerak dan berputar di tengah masyarakat. Sebab, yang namanya turis, dipastikan di tempat tujuan akan melakukan sejumlah transaksi seperti membayar penginapan, beli makanan dan minuman, menyewa alat transportasi dan lainnya.

Termasuk Provinsi Kalimantan Timur yang postur perekonomiannya relatif sama dengan Riau, menurut Rahmad, juga mengalami pukulan pada angka pertumbuhan ekonominya di 2015 itu. Tapi diakui Rahmad, setelah 2015 ke atas angka laju pertumbuhan ekonomi Kaltim sedikit lebih baik di atas Riau. ''Mereka rata-rata 3 persen,'' terangnya.

Kenapa? ''Karena mereka telah menyiapkan diri sejak 2003, ketika harga minyak bumi ''booming'' di pasar dunia, terutama dengan menyiapkan sejumlah infrastruktur dasar untuk menopang pertumbuhan ekonomi seperti jalan,'' katanya. ''Sayangnya, di tahun yang sama kita di Riau belum berbuat ke arah itu.''

Langkah sifting yang dilakukan Pemprov Riau, menurut Rahmad, tidak sebatas mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi daerah dari 0,22 persen di 2015 menjadi 2,23 persen di 2016; tahun-tahun selanjutnya laju pertumbuhan ekonomi Riau juga mengalami trend peningkatan. Pada 2017, Riau sudah mampu mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 2,71 persen.

''Ke depan kita lebih optimistis lagi,'' sebut Rahmad. Ia menunjuk contoh di 2018, laju pertumbuhan ekonomi Riau dipatok pada angka 3,71 persen, sesuai target yang tertera di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Riau 2014-2019. ''Bahkan di 2019 kita lebih optimistis lagi, dengan mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 3,91 persen,'' terangnya. (dri)
DIBACA : 472 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 16 Oktober 2015 - 15:55:17 WIB
Perkantoran Tenayan Raya; Merangkai Pemerataan di Negeri Kota Bertuah
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved